← Beranda
4 Langkah Penting Presiden Jokowi untuk Sepak Bola Indonesia
Edy PramanaRabu, 25 Januari 2017 | 19.43 WIB
Presiden Jokowi saat menyaksikan timnas Indonesia

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo tampaknya sangat serius memajukan sepak bola Indonesia. Dia menyampaikan empat langkah penting untuk memajukan olahraga favorit di Tanah Air.


Sebelumnya, Presiden Jokowi memang melakukan ratas bersama jajaran kabinet, hingga PSSI. Ini adalah pertama kalinya sepak bola dibahas dalam ratas di Istana Negara.


"Oleh sebab itu, pemerintah akan terus memberikan perhatian untuk mempercepat pembangunan sepakbola nasional kita. Meski juga perlu dicatat bahwa pembinaan pada cabang olahraga yang lainnya juga akan diteruskan,” kata Presiden Jokowi dikutip Setkab.


Presiden sendiri bakal melakukan empat langkah penting untuk memajukan sepak bola Indonesia. Pertama, dia meminta agar pembinaan sepak bola dilakukan sejak usia dini. 


"Jangan sampai hanya berharap sepak bola kita akan maju di tingkat regional maupun dunia jika pembinaan usia dini ini dilupakan,” papar dia.


Kemudian yang kedua, Presiden Jokowi juga ingin adanya pembenahan total soal sistem dan tata kelola kompetisi. Dia ingin liga-liga yang berjalan bisa lebih kompetitif, lebih berkualitas, yang mengusung fair play.


"Saya sudah mendapatkan laporan banyak dari Ketua Umum PSSI, dan kita optimistis dengan sistem dan cara yang akan kita benahi terus-menerus, kita meyakini bahwa sepakbola Indonesia ke depan akan lebih baik lagi,” ujar dia.


Setelah itu, Presiden Jokowi ingin adanya pembenahan manajamen klub harus menjadi perhatian kita semuanya. Untuk itu, Presiden juga akan meminta masukan dan keinginan-keinginan dari PSSI seperti apa.


Lemudian langkah terakhir yang bakal dilakukan adalah dengan menyiapkan infrastruktur. Presiden  sudah meminta kepada Menpora Imam Nahrawi agar lapangan sepak bola di kampung-kampung, di desa-desa, agar diperbaiki dan dijaga, dipertahankan sebagai ruang publik masyarakat.


"Jangan sampai lapangan terbuka tersebut dialihfungsikan untuk kepentingan lain, apalagi untuk kepentingan komersial. Sudah seharusnya jumlah lapangan justru semakin diperbanyak,” tegas dia. (ies/JPG)

EDITOR: Edy Pramana