← Beranda
Jamie Carragher Soroti Transfer Liverpool, Wirtz hingga Isak Belum Sesuai Ekspektasi
Andre Rizal HanafiRabu, 26 Agustus 2026 | 20.34 WIB
Mantan bek Liverpool Jamie Carragher kritik aktivitas transfer The Reds pada musim panas 2025. (ig @23_carra)

 

JawaPos.com - Mantan bek Liverpool Jamie Carragher melontarkan kritik tajam terhadap aktivitas transfer The Reds pada musim panas 2025. 

Jamie Carragher menilai bursa transfer berpotensi menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Premier League jika para pemain mahal Liverpool tidak segera menunjukkan perkembangan.

Kritik Jamie Carragher muncul setelah Liverpool mengawali Premier League 2026/27 dengan hasil mengecewakan.

Baca Juga: Jack Grealish Ikuti Jejak David Beckham, Bintang Manchester City Ini Gemar tanam Sayuran di Rumah 

Bertandang ke markas Newcastle United, The Reds hanya mampu bermain imbang 2-2.

Dominik Szoboszlai menjadi penyelamat setelah mencetak gol penyeimbang melalui titik penalti pada detik-detik terakhir pertandingan.

Hasil tersebut membuat Carragher kembali menyoroti sejumlah pemain yang didatangkan Liverpool dengan biaya besar setahun sebelumnya. 

Baca Juga: Chelsea Raup Untung Besar, Liam Delap Dijual ke Nottingham Forest Rp 1 Triliun

Alexander Isak, Florian Wirtz, Milos Kerkez, dan Jeremie Frimpong, menjadi beberapa nama yang dianggap belum mampu memenuhi ekspektasi.

Liverpool menghabiskan sekitar 445 juta poundsterling atau sekitar Rp9 triliun untuk memperkuat skuad pada musim panas 2025.

Selain empat pemain tersebut, klub juga mendatangkan Giorgi Mamardashvili, Hugo Ekitike, dan Giovanni Leoni.

Menurut Carragher, investasi besar itu seharusnya memberikan perubahan signifikan terhadap kekuatan Liverpool.

Namun, sebagian besar pemain baru justru belum mampu tampil konsisten.

Hugo Ekitike menjadi salah satu pengecualian. 

Baca Juga: Arsenal Kejar Julian Alvarez dengan Tawaran £130 Juta, Gabriel Martinelli Segera Tinggalkan Emirates

Penyerang asal Prancis tersebut mencetak 17 gol dari 45 penampilan di seluruh kompetisi sebelum mengalami cedera ACL dan harus menepi pada awal musim 2026/27.

Sementara itu, Wirtz, Isak, Frimpong, dan Kerkez, hanya menghasilkan total 15 gol sepanjang musim lalu.

Catatan tersebut dinilai belum sebanding dengan besarnya dana yang dikeluarkan Liverpool untuk mendatangkan mereka.

Baca Juga: Bruno Fernandes Raih PFA Player of the Year 2026, Jadi Pemain MU Pertama dalam 16 Tahun

“Ketakutan saya setelah melihat Liverpool, meski ini baru pertandingan pertama musim ini, adalah bursa transfer ini bisa membuat Liverpool mundur satu atau dua tahun,” kata Carragher dalam program Monday Night Football di Sky Sports.

Carragher juga menilai para pemain Liverpool tidak bisa terus berlindung di balik alasan perubahan gaya bermain setelah Arne Slot mengambil alih tim. 

Menurut dia, para pemain harus ikut bertanggung jawab atas performa yang mereka tunjukkan.

Baca Juga: Vinicius Jadi Sorotan Mourinho Jelang Laga Real Madrid vs Sociedad, Ada Pesan soal Emosi dan Sikap

Jika kondisi tersebut tidak berubah dalam dua atau tiga bulan ke depan, Carragher menyebut bursa transfer Liverpool pada 2025 bisa dianggap sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah Premier League.

Komentar tersebut menjadi semakin relevan setelah Mohamed Salah meninggalkan Liverpool pada musim panas 2026.

Pemain-pemain yang sebelumnya didatangkan dengan biaya besar kini dituntut mengambil peran lebih penting di lini depan.

Liverpool telah mendatangkan Jérémy Jacquet dan Victor Munoz pada musim panas ini.

Baca Juga: Gratis! Jadwal dan Link Live Streaming Vietnam vs Thailand di Leg 2 Final Piala AFF 2026

Mereka juga meminjam Ronald Araujo dari Barcelona. 

Sementara itu, Liverpool masih dikaitkan dengan winger Paris Saint-Germain, Bradley Barcola, tetapi belum bersedia memenuhi harga yang dikabarkan mencapai lebih dari 130 juta poundsterling.

Liverpool kini ditunggu laga kandang melawan Nottingham Forest.

Baca Juga: Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi skuad Arne Slot untuk memberikan respons sekaligus membuktikan bahwa kritik Carragher terlalu dini.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah