← Beranda
Jeff Bezos Resmi Jadi Investor Liverpool, Beli 30 Persen Saham Klub dari FSG
Andre Rizal HanafiSabtu, 15 Agustus 2026 | 19.47 WIB
Jeff Bezos, pendiri Amazon dan Blue Origin (Barchart)

 

JawaPos.com - Liverpool mendapat suntikan modal baru setelah pemilik klub, Fenway Sports Group (FSG), mencapai kesepakatan dengan konsorsium 1892 Holdings untuk menjual sekitar 30 persen saham klub.

Kesepakatan tersebut turut membawa nama besar seperti pendiri Amazon, Jeff Bezos.

FSG memastikan investasi itu berstatus sebagai strategic minority investment. Artinya, FSG tetap menjadi pemegang saham mayoritas dan mempertahankan kendali operasional Liverpool.

Konsorsium 1892 Holdings dipimpin pengusaha Inggris-India, Amit Bhatia. Ia sebelumnya memiliki pengalaman sebagai direktur sekaligus pemilik Queens Park Rangers sebelum melepas sahamnya pada bulan lalu.

Baca Juga: Pemain Liverpool Curtis Jones Dilirik Inter Milan, Fleksibilitasnya Bisa Jadi Senjata

Selain Bhatia dan Bezos, konsorsium tersebut juga melibatkan Eduardo Saverin, salah satu pendiri Facebook. Bhatia nantinya akan menjabat sebagai wakil ketua Liverpool dan masuk ke jajaran dewan klub setelah mendapatkan persetujuan dari regulator.

Sementara itu, Bezos tidak akan duduk langsung di jajaran direksi Liverpool. Namun, Bryan Baum, pendiri perusahaan modal ventura K5 Sports yang menjadi jalur investasi Bezos, akan bergabung dalam jajaran dewan klub.

Kesepakatan ini membuat valuasi Liverpool berada di kisaran £5 miliar hingga £6 miliar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat besar sejak FSG mengambil alih klub pada 2010.

Baca Juga: Liverpool Mulai Mundur dari Perburuan Ibrahima Mbaye karena PSG Ajukan Harga Tinggi

Kala itu, FSG membeli Liverpool dengan harga sekitar £300 juta. Dalam perjalanan berikutnya, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut juga memberikan pinjaman internal sekitar £218 juta untuk membantu perkembangan klub.

Dengan penjualan sekitar 30 persen saham, FSG diperkirakan memperoleh lebih dari £1,5 miliar. Meski melepas sebagian kepemilikan, FSG tetap mengontrol mayoritas saham Liverpool.

Kesuksesan Liverpool di lapangan turut meningkatkan nilai klub. The Reds mengakhiri penantian panjang selama 30 tahun untuk meraih gelar Liga Inggris pada musim 2019-2020.

Liverpool kemudian kembali menjadi juara Premier League pada musim 2024-2025. Mereka juga berhasil memenangkan Liga Champions untuk keenam kalinya pada 2019.

Investasi di luar lapangan ikut menjadi bagian dari perkembangan tersebut, termasuk pembangunan pusat latihan baru dan pengembangan Stadion Anfield.

Masuknya Bezos sebagai investor tidak otomatis membuat Liverpool mendapatkan anggaran transfer tambahan.

BBC Sport melaporkan bahwa kesepakatan investasi ini tidak memiliki dana khusus atau anggaran baru untuk aktivitas transfer. Kebijakan Liverpool di bursa pemain tetap berjalan sesuai rencana yang sebelumnya telah disusun klub.

Baca Juga: Manchester City Siapkan Kandidat Pengganti Rodri dari Liverpool

FSG juga menegaskan bahwa investasi tersebut bukan dilakukan karena klub sedang mengalami masalah keuangan. Sebaliknya, pemilik Liverpool tertarik dengan jaringan bisnis dan investasi yang dimiliki konsorsium, terutama di kawasan Asia dan India.

Liverpool saat ini juga memiliki kondisi finansial yang kuat. Klub mencatat pendapatan £703 juta untuk tahun finansial 2024-2025. Sebelumnya, Liverpool juga menjadi klub Premier League dengan pendapatan terbesar berdasarkan analisis Deloitte.

Bagi Bezos, investasi di Liverpool menjadi langkah pertama dalam kepemilikan klub olahraga.

Pendiri Amazon itu sebelumnya memang sempat dikaitkan dengan beberapa klub olahraga di Amerika Serikat. Namun, tidak ada kesepakatan yang terwujud sebelum akhirnya ia masuk ke Liverpool.

Dengan kekayaan yang sangat besar, investasi di Liverpool hanya menjadi bagian kecil dari portofolio bisnis Bezos. Ia diketahui juga memiliki perusahaan antariksa Blue Origin, perusahaan modal ventura Nash Holdings, serta Washington Post.

Kehadiran Bezos tetap mendapat sorotan dari sebagian pendukung Liverpool. Beberapa suporter mempertanyakan tujuan investasi tersebut dan khawatir klub hanya menjadi aset bisnis.

Meski demikian, FSG memastikan kendali klub tidak berubah. Investasi ini diharapkan membawa jaringan bisnis, teknologi, dan investasi global yang dapat membantu Liverpool berkembang dalam jangka panjang.

EDITOR: Banu Adikara