JawaPos.com - Arsenal akhirnya mendapatkan Bruno Guimaraes setelah saga transfer panjang yang sempat membuat Newcastle United bertahan mati-matian. Empat tahun lalu, The Gunners justru pernah menolak kesempatan merekrut gelandang Brasil tersebut.
The Gunners harus membayar £75 juta, atau sekitar Rp 1,5 triliun, untuk memboyong gelandang Brasil tersebut dari Newcastle United setelah melalui saga transfer yang berlangsung panjang dan penuh tarik-menarik.
Newcastle sebenarnya tidak ingin menjual kapten sekaligus salah satu pemain terbaik mereka. Namun, keinginan Guimaraes untuk pindah ke Arsenal, ditambah keteguhan klub London Utara tersebut mengejar sang gelandang, akhirnya membuat Newcastle harus melepas pemain yang pernah mereka dapatkan ketika Arsenal justru memilih mundur.
Arsenal mengonfirmasi transfer tersebut pada Sabtu. Guimaraes menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Nilai transfernya mencapai Rp 1,5 Triliun dan tidak ada bonus berbasis performa dalam kesepakatan tersebut, sementara Lyon dan sejumlah klub Brasil yang pernah diperkuat Guimaraes juga mendapatkan bagian dari transfer.
Transfer ini sekaligus menutup salah satu saga terpanjang pada bursa transfer musim panas. Lebih menarik lagi, Arsenal sebenarnya sudah memiliki kesempatan merekrut Guimaraes pada Januari 2022.
Saat itu, Guimaraes masih berusia 24 tahun dan bermain untuk Lyon. Direktur teknik Arsenal ketika itu, Edu, bersama wakil ketua eksekutif Tim Lewis, sudah membahas kesepakatan untuk mendatangkan sang gelandang.
Namun, Mikel Arteta akhirnya memilih tidak melanjutkan transfer karena belum yakin Guimaraes merupakan pemain yang tepat untuk skuad yang sedang dibangunnya.
Newcastle kemudian bergerak cepat dan merekrut Guimaraes pada bursa transfer yang sama. Empat setengah tahun kemudian, pemain yang pernah ditolak Arsenal itu justru menjadi salah satu investasi terbesar pada era Arteta.
“Datanglah ke sini dan tolong jangan ada lagi perkelahian, sekarang kita berteman,” ujar Declan Rice dikutip The New York Times.
Pesan Declan Rice kepada Guimaraes itu menggambarkan rivalitas mereka di Premier League sekaligus hubungan baru setelah Guimaraes bergabung dengan Arsenal
Guimaraes bisa menjadi kapten, pemain penting, sekaligus salah satu gelandang terbaik di Premier League bersama Newcastle. Performa tersebut perlahan mengubah pandangan Arsenal terhadap dirinya.
Arsenal memang memasuki bursa transfer musim panas dengan kebutuhan jelas di lini tengah. Mereka diperkirakan kehilangan Christian Norgaard yang kemudian bergabung dengan Everton.
The Gunners membutuhkan gelandang berpengalaman yang bisa langsung meningkatkan kualitas tim. Arsenal sebelumnya juga tertarik kepada Sandro Tonali, tetapi harga transfer yang terlalu tinggi membuat mereka mundur.
Tonali akhirnya bergabung dengan Tottenham Hotspur pada awal Juli dalam transfer yang nilainya bisa mencapai £100 juta.
Setelah Tonali tidak lagi menjadi opsi, Guimaraes berubah menjadi target utama Arsenal. Arteta akhirnya terkesan dengan perkembangan sang pemain setelah bertahun-tahun melihat penampilannya bersama Newcastle dan Timnas Brasil.
Arteta dan direktur olahraga Arsenal Andrea Berta menilai Guimaraes merupakan gelandang yang komplet. Ia bisa bermain sebagai gelandang bertahan maupun gelandang nomor delapan, sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi Arsenal di lini tengah.
Kemampuan mengumpan Guimaraes juga dianggap bisa memberikan dimensi baru dalam permainan menyerang Arsenal.
Usia sempat menjadi pertimbangan. Guimaraes akan berusia 29 tahun pada November, sedikit di atas rentang usia pemain yang biasanya direkrut Arsenal.
Namun, Arsenal melihat pengalaman dan kepemimpinannya sebagai aset penting. Setelah melepas Leandro Trossard dan Norgaard pada musim panas ini, Arsenal merasa skuad mereka mampu menampung pemain yang lebih senior.
Bagi Newcastle, persoalannya jauh lebih rumit.
Jika penjualan Tonali dan Anthony Gordon sudah diperkirakan sebelumnya, kepergian Guimaraes bukan bagian dari rencana. Newcastle sejak awal tidak berniat melepas kapten mereka.
Arsenal tidak kesulitan mencapai kesepakatan pribadi dengan Guimaraes. Sang pemain disebut teguh ingin bergabung dengan Arsenal dan bermain untuk Arteta.
Masalahnya adalah mencapai kesepakatan dengan Newcastle.
Klub tersebut menilai Guimaraes memiliki arti yang jauh lebih besar bagi Newcastle, suporter, dan komunitas dibandingkan sekadar nilai transfer. Karena itu, mereka menuntut harga yang sangat tinggi.
Newcastle sempat menetapkan £100 juta sebagai angka minimum untuk membuka pembicaraan. Arsenal kemudian memilih bersabar dan memainkan permainan jangka panjang.
Arsenal beberapa kali mengajukan tawaran. Proposal awal yang mereka ajukan pada Juni bernilai £45 juta.
Negosiasi berjalan alot. Banyak pembicaraan bahkan dilakukan melalui pihak ketiga. Kia Joorabchian, bukan Berta, menangani sebagian besar negosiasi sehari-hari.
Situasi tersebut membuat sebagian pihak di Newcastle frustrasi. Mereka merasa Arsenal terlalu menjaga jarak selama proses berlangsung.
Pekan demi pekan berlalu tanpa komunikasi substantif, sementara spekulasi dan klaim mengenai masa depan Guimaraes terus bermunculan.
Arsenal tetap yakin waktu berada di pihak mereka. Mereka percaya keinginan Guimaraes untuk pergi akan semakin sulit diabaikan seiring berjalannya bursa transfer.
Pelatih Newcastle saat itu, Eddie Howe, juga semakin pesimistis bisa mempertahankan sang kapten.
Howe memiliki hubungan dekat dengan Guimaraes dan terus berkomunikasi dengannya selama gelandang tersebut membela Brasil di Piala Dunia 2026. Namun, Howe memahami alasan Guimaraes ingin bergabung dengan Arsenal.
Newcastle juga menyadari mereka sulit bersaing secara finansial dengan klub-klub terbesar Eropa. Guimaraes sudah menjadi pemain dengan gaji tertinggi di Newcastle sehingga pembaruan kontrak bukan opsi bagi kedua pihak.
Setelah musim 2025/2026 yang berat dan musim panas yang penuh persoalan, keinginan Guimaraes untuk pergi menjadi titik penting dalam situasi Newcastle.
Tidak lama setelah mengetahui bahwa sang gelandang mulai ingin meninggalkan klub, Howe menyampaikan kepada manajemen Newcastle bahwa dirinya ingin mundur setelah hampir lima tahun menjadi pelatih.
Tekanan semakin besar ketika Guimaraes mendekati jadwal kembali ke Inggris setelah mendapatkan waktu istirahat pasca-Piala Dunia.
Baca Juga: Marcus Rashford Kembali ke Manchester United, Begini Rencana Michael Carrick
Newcastle akhirnya semakin menerima kenyataan bahwa situasi tersebut sudah sulit dipertahankan.
Guimaraes sebenarnya mendapat pilihan untuk kembali ke Inggris dan kemudian terbang bersama skuad Newcastle menuju pemusatan latihan di La Manga. Namun, ia memilih langsung menuju Spanyol pada Senin, 3 Agustus.
Di titik tersebut, proses transfer memasuki fase penentuan.
Newcastle kemudian berusaha mendapatkan kepastian. Seorang petinggi klub menghubungi pihak Arsenal secara langsung untuk mengetahui posisi The Gunners.
Di St James' Park, muncul keinginan untuk segera mengakhiri drama transfer yang oleh salah satu sumber klub disebut sebagai "melodrama".
Arsenal berharap bisa menyelesaikan transfer dengan nilai sekitar £65 juta. Newcastle tetap bertahan pada pendirian mereka.
Klub tersebut menegaskan £75 juta merupakan angka minimum yang sejak awal dianggap cukup untuk melepas Guimaraes.
Kedua klub akhirnya menemukan titik temu di angka tersebut. Transfer dilakukan dengan biaya £75 juta tanpa bonus tambahan.
Lyon berhak menerima 20 persen keuntungan Newcastle dari transfer Guimaraes sehingga diperkirakan mendapatkan £6 juta hingga £7 juta. Sekitar £3,75 juta juga akan dibagikan kepada klub-klub Guimaraes sebelumnya di Brasil melalui mekanisme solidarity payment.
Baca Juga: Gabung Trabzonspor, Mohamed Salah Dapat Bonus Sebidang Tanah dari Wali Kota
Tak Ada Untung
Bagi Newcastle, setidaknya ada satu keuntungan dari penyelesaian transfer lebih awal.
Dengan bursa transfer yang masih dibuka hingga 1 September, Newcastle memiliki waktu untuk mencari pengganti. Mereka sengaja tidak terburu-buru mencari pemain baru karena belum mengetahui bagaimana saga Guimaraes akan berakhir.
Situasi itu membuat Newcastle merasa terhindar dari kepanikan seperti ketika Alexander Isak hengkang ke Liverpool pada musim panas sebelumnya.
Transfer senilai £75 juta tersebut juga dianggap Newcastle sebagai rekor penjualan seorang gelandang seusia Guimaraes.
"Kami tidak senang dengan hasil ini, tetapi jika dia memang akan pergi, ini adalah hasil yang bagus," kata salah satu sumber klub Newcastle kepada NYT.
Bruno Emosional
Guimaraes disebut emosional ketika berpamitan dengan para pemain dan staf Newcastle pada Rabu.
Meski demikian, orang-orang di dalam klub menilai sang pemain tetap profesional sepanjang proses transfer. Guimaraes juga berusaha menjaga hubungan dengan para suporter yang selama ini telah memberikan dukungan kepadanya.
Namun, Newcastle tetap tidak bisa menyembunyikan rasa kehilangan.
Mereka melepas pemain yang sebelumnya diharapkan menjadi kapten untuk memimpin babak baru dalam sejarah klub. Kepergian Guimaraes justru menandai berakhirnya era sebelumnya.
Kini, Newcastle memiliki £75 juta untuk diinvestasikan kembali dan waktu hingga penutupan bursa transfer pada 1 September untuk mencari pengganti.
Pelatih baru Matthias Jaissle juga mendapatkan kesempatan membangun tim dengan awal yang baru, tanpa harus menghadapi persoalan pemain penting yang sudah berkeinginan untuk pergi.
Di sisi lain, Arsenal merasa telah memperkuat skuad yang sebelumnya sudah memiliki kualitas tinggi.
Kedatangan Guimaraes diharapkan membantu Arsenal mempertahankan cengkeraman mereka di puncak Premier League setelah penantian 22 tahun untuk kembali menjadi juara kompetisi tersebut.
Ironisnya, perjalanan Guimaraes ke Arsenal bermula dari keputusan klub tersebut untuk tidak merekrutnya pada 2022.
Empat tahun kemudian, pemain yang dulu dianggap bukan jawaban untuk kebutuhan Arsenal itu justru menjadi salah satu investasi terbesar di era Arteta.