JawaPos.com - Contekan penalti yang dibawa kiper Paris Saint-Germain (PSG), Matvey Safonov, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana tim pelatih PSG menyiapkan informasi rinci mengenai kebiasaan para penendang penalti Arsenal.
Cuplikan yang dibagikan akun X @CemTYuksekdag menunjukkan Safonov memegang catatan khusus yang berisi karakteristik sejumlah eksekutor penalti Arsenal. Informasi tersebut disusun secara detail, mulai dari cara berlari hingga kecenderungan arah tendangan para pemain.
Dalam catatan tersebut, striker Viktor Gyokeres disebut memiliki kebiasaan berlari cepat tanpa banyak melihat posisi kiper sebelum melepaskan tendangan keras. Sementara itu, Bukayo Saka yang memiliki tingkat keberhasilan penalti tinggi disebut lebih tenang saat mengambil ancang-ancang.
Baca Juga: Hasil Indonesia Open 2026: Alwi Farhan dan Putri KW Melaju ke Babak 16 Besar
Saka disebut mendekati bola secara perlahan sambil menunggu pergerakan kiper. Setelah penjaga gawang bergerak, pemain Timnas Inggris itu biasanya mengarahkan bola ke sisi yang berlawanan.
Viralnya catatan tersebut memunculkan berbagai komentar dari netizen. Banyak yang menilai keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh aksi pemain di lapangan, tetapi juga oleh kerja keras staf yang berada di belakang layar.
"Se prepare ini dan informasinya dibuat mudah, jadi kalo ada 1 tim juara udah pasti bukan berkat kinerja individu tapi berkat kerja keseluruhan individu yang terlihat maupun tidak terlihat," tulis akun X @seledingtekel.
Baca Juga: Savinho Tertarik Gabung Tottenham Hotspur, Manchester City Siap Lepas
Komentar tersebut mendapat banyak dukungan karena dianggap menggambarkan pentingnya kolaborasi dalam sepak bola modern. Analisis data, video pertandingan, hingga pemetaan kebiasaan lawan kini menjadi bagian penting dalam strategi sebuah klub elite.
Netizen lain juga menyoroti bagaimana catatan tersebut diduga membantu PSG saat menghadapi sejumlah eksekutor penalti. Salah satu yang paling banyak dibahas adalah nama Eberechi Eze.
"Berhasil contekannya tentang Eze yang kalau nendang penalti jogging lama, terus delay nendangnya, ditunggu sama dia sampai akhir gak loncat dulu. Bikin Eze panik dan tertekan jadi melebar," tulis akun @chelseaeleven.
Meski belum ada pernyataan resmi dari PSG terkait catatan yang viral tersebut, banyak penggemar sepak bola menilai hal itu merupakan gambaran profesionalisme klub-klub besar Eropa saat ini.
Persiapan pertandingan tak lagi hanya berfokus pada latihan fisik dan taktik di lapangan. Analisis data serta riset mendalam terhadap lawan kini menjadi senjata penting yang dapat memberikan keuntungan kecil, namun sering kali menentukan hasil akhir pertandingan.