JawaPos.com - West Ham United akhirnya resmi terdegradasi dari Premier League setelah musim 2025-26 berakhir dengan penuh kekecewaan.
Meski berhasil menang 3-0 atas Leeds United di laga terakhir, hasil tersebut tetap tidak cukup untuk menyelamatkan The Hammers dari jurang degradasi.
Baca Juga: Prediksi Timnas Inggris di Grup L Piala Dunia 2026: Saatnya Ulangi Kejayaan Tahun 1966?
Nasib West Ham akhirnya ditentukan oleh kemenangan tipis Tottenham Hotspur atas Everton, yang memastikan klub asal London Timur itu harus turun ke Championship musim depan.
Tak lama setelah degradasi dipastikan, West Ham langsung merilis pernyataan resmi yang ditujukan kepada para pendukung mereka.
West Ham Akui Gagal Membalas Dukungan Fans
Melansir Give Me Sport, dalam pernyataannya, West Ham mengakui bahwa musim ini berjalan sangat buruk dan meminta maaf kepada fans yang tetap setia mendukung tim sepanjang musim.
"Konfirmasi degradasi kami dari Premier League hari ini menandai momen yang menyedihkan dan menyakitkan bagi West Ham United."
Klub juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para suporter yang terus memberikan dukungan di tengah musim yang penuh tekanan.
"Klub ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada setiap pendukung kami atas dukungan yang terus-menerus dan setia yang telah mereka berikan, sepanjang musim yang sangat sulit dan mengecewakan ini."
Baca Juga: Bojan Hodak Dilaporkan Bakal Tinggalkan Persib Bandung, Bobotoh Siap Kehilangan?
West Ham juga secara terbuka mengakui bahwa performa mereka memang tidak cukup baik untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
"Pada akhirnya, kita belum membalas dukungan itu. Kenyataan pahitnya adalah kita belum cukup baik."
Janji Bangkit dan Kembali ke Premier League
Dalam pernyataan tersebut, West Ham menegaskan bahwa mereka akan segera mulai membangun ulang tim demi kembali ke Premier League secepat mungkin.
"Seperti yang telah kami lakukan sebelumnya, kami akan berjuang dengan segenap kemampuan kami untuk kembali ke divisi teratas sepak bola Inggris pada kesempatan pertama."
"Kerja keras untuk mewujudkan tujuan itu dimulai segera."
Klub juga menegaskan bahwa identitas West Ham tidak hanya ditentukan oleh hasil di lapangan, tetapi juga oleh sejarah panjang dan budaya kuat yang dimiliki klub di London Timur.
Nuno Belum Mau Bahas Masa Depannya
Sementara itu, manajer Nuno Espirito Santo juga akhirnya angkat bicara setelah degradasi dipastikan.
Namun pelatih asal Portugal itu menolak memberikan komentar soal masa depannya di klub.
"Ini bukan tentang saya. Kami berada di posisi yang sulit dan West Ham harus kembali ke Premier League."
Nuno lebih memilih fokus pada rasa kecewa yang dirasakan para pendukung.
"Tapi sekarang kita harus melewati masa-masa sulit ini, memahami frustrasi dan kemarahan para penggemar."
Ia juga meminta agar pembahasan soal masa depannya ditunda terlebih dahulu.
"Hari ini, ini tentang memahami betapa sulitnya situasi ini."
Musim yang Sangat Mengecewakan
Degradasi ini menjadi pukulan besar bagi West Ham yang dalam beberapa tahun terakhir sempat tampil kompetitif di Premier League dan kompetisi Eropa.
Kedatangan Nuno sebelumnya diharapkan mampu menyelamatkan musim mereka, tetapi performa tim justru terus menurun hingga akhirnya gagal keluar dari zona merah.
Kini, tantangan terbesar West Ham adalah memastikan mereka tidak terlalu lama terjebak di Championship dan mampu segera kembali ke Premier League.