← Beranda
Arsenal dan Keindahan Liga Champions yang Gila: Malam Jadi Pesta, Arteta ke Puncak Cerita
HendraRabu, 6 Mei 2026 | 23.38 WIB
Arsenal melangkah ke final Liga Champions di Budapest setelah memenangkan duel ketat dengan detail kecil yang menentukan. Gol tunggal lahir dari Bukayo Saka (Tiga dari kiri). (Dok. Arsenal Official)

JawaPos.com - Setelah seluruh ketegangan dan kegelisahan yang menyelimuti musim penuh harap ini, Arsenal akhirnya melepas semuanya dalam pesta besar yang nyaris seperti pesta-disko raksasa.

Stadion Emirates berubah menjadi panggung selebrasi tanpa batas. Jingle, lompatan, tarian liar, hingga gerakan spontan yang tak terdefinisi apa pun gaya menari yang bisa dilakukan, semuanya terjadi malam itu.

"Klub ini seperti menyalakan musik keras-keras dan menari sebagai satu kesatuan. Menuju final Liga Champions adalah sesuatu yang langka di tempat ini, dan malam itu kata “final” terasa begitu manis," beber jurnalis New York Times, Amy Lawrence. 

Ada nuansa liar di udara, sangat cocok dengan pertandingan yang dimulai dengan ketat lalu berubah menjadi kekacauan penuh energi. Arsenal dan Atletico Madrid saling bertukar umpan panjang, kejar-kejaran gila, hingga amarah di pinggir lapangan.

Mikel Arteta yang biasanya identik dengan kontrol permainan, di akhir laga justru ikut terseret dalam emosi pertandingan. Ketika waktu terus berjalan, Arsenal kembali menyerang lewat aksi Viktor Gyokeres yang seperti “banteng lepas kendali”. Bola sempat keluar lapangan, dan secara normal tim akan mengambil napas dan menata ulang. Tapi tidak malam itu.

Arteta justru berlari kencang mengambil bola seolah dikejar sesuatu. Aksi itu benar-benar di luar nalar. Kacau, tapi juga penuh gairah.

"Tidak ada ruang untuk ketenangan berlebihan. Namun justru di dalam kekacauan itu, ada keindahan yang sulit dijelaskan. Mungkin Arteta merasa bahwa melambat justru berbahaya melawan lawan yang cerdik seperti Atletico," tambah laporan Amy. 

Dan akhirnya, pertandingan selesai.

Arsenal melangkah ke final Liga Champions di Budapest setelah memenangkan duel ketat dengan detail kecil yang menentukan. Gol tunggal lahir dari Bukayo Saka, yang memanfaatkan bola muntah setelah Gyokeres mengganggu Jan Oblak di sisi lapangan, sebelum Leandro Trossard melepas tembakan rendah yang memaksa situasi berbahaya di depan gawang.

Tim ini menunjukkan kerja keras luar biasa, apalagi dengan beban ganda di Premier League dan Liga Champions. Dibandingkan tim lain di semifinal, Arsenal menghadapi tekanan kompetisi domestik yang lebih intens.

Dari Lini ke Lini

Dari lini belakang hingga depan, semuanya tampil total. David Raya tenang menjaga gawang. William Saliba dan Gabriel solid di jantung pertahanan. Declan Rice bekerja tanpa lelah di seluruh area lapangan. Myles Lewis-Skelly, 19 tahun, tampil percaya diri di lini tengah dan mendapat tepuk tangan meriah. Trossard kembali menunjukkan teknik terbaiknya. Gyokeres terus berlari tanpa henti. Saka selalu berada di tempat yang tepat di momen paling penting.

Ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah tahap kedewasaan.

Bagi Arsenal, klub yang lama “haus” gelar Eropa dan memiliki rekor panjang tanpa juara Liga Champions, ini adalah langkah besar yang penuh makna.

“Sekarang kami sudah berada di level klub besar yang ingin terus bersaing untuk trofi tertinggi,” ujar Arteta. “Ini wajib dipertahankan. Saya sangat bangga pada semua orang di klub ini. Kami tahu betapa pentingnya momen ini, dan kami memberikan segalanya,” ujar Mikel Arteta kepada NYT. 

Perjalanan Arsenal di Liga Champions di bawah Arteta menunjukkan progres luar biasa. Empat tahun lalu mereka bahkan tidak bermain di kompetisi Eropa. Lalu kembali ke Liga Europa, kemudian ke Liga Champions, hingga kini mencapai semifinal dan akhirnya final.

Arteta menyebut ini sebagai hasil dari kerja keras, keyakinan, dan sedikit keberuntungan yang berpihak.

Arsenal memang lama seperti “penumpang lift” yang tidak punya kunci lantai teratas Eropa. Kini, mereka mulai mendekati pintu itu lagi.

Di tengah tifo besar dan dukungan penuh suporter, Arsenal menutup malam dengan euforia. Mereka melangkah ke Budapest, dengan satu laga tersisa di Premier League sebelum benar-benar menatap final.

Arsenal sedang menikmati momen ini, dengan angin kemenangan yang mengiringi perjalanan mereka.

EDITOR: Hendra