JawaPos.com - Liverpool pulang dari Paris dengan pekerjaan rumah besar setelah kalah 2-0 dari PSG pada leg pertama perempat final Liga Champions. Namun, yang menarik, Arne Slot justru merasa timnya cukup beruntung tidak kalah dengan skor yang lebih besar.
Gol dari Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia memberi PSG keunggulan penting jelang leg kedua di Anfield. Meski begitu, skor 2-0 sebenarnya belum sepenuhnya menggambarkan betapa dominannya tim asal Prancis tersebut sepanjang pertandingan.
PSG berkali-kali mengancam pertahanan Liverpool, bahkan sempat membuang sejumlah peluang emas di akhir laga. Mereka juga merasa pantas mendapatkan dua penalti, meski pada akhirnya wasit tidak menunjuk titik putih.
Baca Juga: Babak Belur! Dihajar PSG Tanpa Balas, Harapan Liverpool di Liga Champions Makin Menipis
Melansir Mirror, Slot pun tidak menutup-nutupi fakta bahwa timnya kalah jauh dari segi permainan.
"Jika Anda merenungkan keseluruhan pertandingan, saya pikir kami beruntung hanya kalah dua gol tanpa balas," kata Slot.
"Gol pertama terasa berat. Saya pikir itu sangat bagus bagi kami karena kami masih memiliki peluang, kami bisa membawa mereka ke Anfield dan kami tahu betapa bagusnya Anfield bagi kami."
Pernyataan Slot cukup mengejutkan karena jarang ada pelatih Liverpool yang secara terbuka mengakui timnya benar-benar kalah telak. Namun, melihat jalannya pertandingan, komentarnya memang terasa jujur.
Baca Juga: Menang 2-0 di Leg Pertama, PSG Sukses Bikin Liverpool Nggak Berdaya
Liverpool harus banyak berterima kasih kepada Giorgi Mamardashvili yang tampil luar biasa di bawah mistar. Kiper asal Georgia itu melakukan sejumlah penyelamatan penting yang mencegah skor berubah menjadi lebih memalukan.
Bahkan, Ousmane Dembele nyaris menambah gol ketiga di menit-menit akhir jika saja tendangannya tidak membentur tiang gawang. Bisa dibilang, tiang gawang dan Mamardashvili adalah dua pemain Liverpool terbaik malam itu. Sedikit menyakitkan memang, apalagi salah satunya bahkan bukan manusia.
Slot mencoba meredam kekuatan PSG dengan memakai formasi 5-3-2, tetapi strategi itu tidak berjalan sesuai harapan. Liverpool kesulitan menekan lawan dan tampil tumpul di lini depan.
Baca Juga: Alexander Isak Tak Jadi Starter, Arne Slot Anggap Lawan PSG sebagai Kesempatan Kedua untuk Liverpool
Yang paling mengkhawatirkan, Liverpool gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Itu adalah pertama kalinya mereka mengalami situasi tersebut di Liga Champions dalam enam tahun terakhir.
Ketika ditanya apakah timnya sudah menciptakan cukup banyak peluang, Slot memberikan jawaban yang cukup menarik.
"Ya dan tidak, ya karena kami ingin menciptakan lebih banyak peluang, tidak karena tidak banyak peluang yang bisa kami ciptakan."
"Kami berkali-kali mencoba untuk menekan mereka, tetapi mereka mampu menembus pertahanan kami saat kami bermain man-to-man. Saya rasa itu juga terjadi di babak kedua. Ada beberapa momen ketika pemain berada di posisi yang menjanjikan."
Meski kalah dua gol, Liverpool masih punya harapan karena leg kedua akan dimainkan di Anfield. Namun, jika ingin membalikkan keadaan, mereka harus tampil jauh lebih agresif dan berani.