← Beranda
Eks Bintang Spurs Beri Saran untuk Roberto De Zerbi demi Selamatkan Tottenham
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 4 April 2026 | 22.27 WIB
Eks pelatih Olympique Marseille Roberto De Zerbi resmi sebagai nakhoda Tottenham Hotspur. (X/@OM_Officiel)
 
 

 

JawaPos.com - Roberto De Zerbi baru saja tiba di Tottenham, tetapi tekanan sudah langsung menumpuk di pundaknya.

Pelatih asal Italia itu ditunjuk dengan kontrak lima tahun untuk menggantikan Igor Tudor, yang gagal memberikan kemenangan liga selama masa jabatannya. Kini, De Zerbi harus menghadapi tugas besar: menyelamatkan Spurs dari ancaman degradasi.

Tottenham saat ini berada di posisi ke-17 klasemen Liga Premier dengan 30 poin, hanya unggul satu angka dari zona merah. Dengan tujuh pertandingan tersisa, margin kesalahan praktis sudah tidak ada lagi.

Baca Juga: Resmi Gabung Tottenham, Roberto De Zerbi Janjikan Loyalitas Jangka Panjang

Melansir Inside Futbol, mantan gelandang Spurs, Jamie O’Hara, menilai De Zerbi tidak punya waktu untuk terlalu banyak bereksperimen. Menurutnya, prioritas utama sang pelatih harus sesederhana mungkin: membuat Tottenham lebih terorganisir.

“Mengorganisir tim adalah hal pertama.”

“Kalian akan menjalani tujuh pertandingan, gunakan formasi 4-2-3-1, atur formasinya. Ini formasi yang akan kita mainkan, ini posisi kalian, ini cara kalian melakukan pressing.”

“Urus itu dulu, yang terpenting.”

Baca Juga: De Zerbi Minta Maaf ke Fans Tottenham soal Greenwood, Fokus Selamatkan Spurs dari Degradasi

O’Hara menilai De Zerbi harus melupakan dulu detail rumit soal membangun serangan dari belakang atau permainan-posisi yang terlalu kompleks. Dalam situasi seperti sekarang, Spurs hanya perlu menjadi tim yang sulit dikalahkan.

“Lupakan hal-hal lain terkait bagaimana kita akan bermain dari belakang, itu akan datang. Tapi mulai sekarang, kita akan sulit dikalahkan dan kita akan menekan bersama-sama.”

Selain itu, O’Hara juga meminta De Zerbi memaksimalkan potensi Xavi Simons dengan memainkan sang playmaker sebagai gelandang serang utama.

“Mainkan Xavi Simons sebagai pemain nomor 10, keluarkan kemampuan terbaiknya, dan Anda akan langsung mendapatkan tiga hal yang tidak dilakukan Igor Tudor.”

Baca Juga: Roberto De Zerbi Jadi Tactician Ketiga Tottenham Spurs Musim Ini, Misi Penyelamatan Degradasi Dimulai!

Selama berada di bawah Tudor, Tottenham menggunakan formasi 3-4-3 tetapi gagal menunjukkan perkembangan. Dari lima pertandingan, Spurs hanya meraih satu poin dan tidak memenangkan satu pun laga.

Di sisi lain, formasi favorit De Zerbi memang lebih dekat ke 4-2-3-1, sistem yang menurut O’Hara lebih cocok dengan kondisi Tottenham saat ini.

Masalahnya, De Zerbi dikenal sebagai pelatih yang membutuhkan waktu untuk menerapkan idenya. Saat mengambil alih Brighton pada 2022, ia perlu enam pertandingan sebelum meraih kemenangan pertamanya.

Baca Juga: Tottenham Hotspur Resmikan Roberto De Zerbi Sebagai Pelatih Baru, Siap Berikan yang Terbaik! 

Itu menjadi kekhawatiran besar karena Tottenham tidak punya kemewahan waktu. Tujuh laga tersisa terasa seperti tujuh final, dan jika adaptasi berjalan terlalu lama, Spurs bisa benar-benar jatuh ke Championship. Bagi klub sebesar Tottenham, itu bukan sekadar mimpi buruk. Itu bisa terasa seperti kiamat versi sepak bola.

Meski banyak fans antusias dengan kedatangan De Zerbi, tidak semua orang yakin ia adalah jawaban yang tepat. Simon Jordan menilai pelatih asal Italia itu belum pantas disebut manajer elite, sementara Frank Leboeuf juga meragukan apakah De Zerbi benar-benar cocok untuk pekerjaan ini.

Namun suka atau tidak, Tottenham kini sepenuhnya ada di tangan De Zerbi. Dan jika ia ingin langsung memenangkan hati para fans, caranya sederhana: mulai meraih poin secepat mungkin.

EDITOR: Edi Yulianto