JawaPos.com–Kegagalan Timnas Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026 menegaskan bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja. Negara dengan sejarah panjang di sepak bola dunia itu kini harus menerima kenyataan pahit: tiga edisi beruntun absen dari turnamen terbesar di dunia.
Hasil ini tentu mengejutkan banyak pihak. Italia sebelumnya dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, performa mereka terlihat tidak stabil, bahkan cenderung menurun. Di babak kualifikasi zona Eropa, Italia sebenarnya tampil cukup impresif. Mereka mampu bersaing di papan atas grup, meski harus mengakui keunggulan Norwegia diperebutan posisi puncak klasemen grup.
Situasi ini memaksa mereka masuk jalur play off, yang terkenal penuh tekanan dan minim ruang kesalahan. Harapan sempat muncul saat Italia melewati laga pertama play off dengan hasil positif.
Permainan terlihat cukup menjanjikan, dan publik mulai kembali percaya bahwa tiket ke Piala Dunia masih dalam jangkauan. Namun, semuanya berubah di laga penentuan.
Italia gagal menjaga konsistensi permainan. Dalam pertandingan krusial, mereka kesulitan mengontrol tempo dan tidak mampu memaksimalkan peluang. Situasi semakin sulit ketika harus bermain dengan tekanan tinggi sepanjang laga.
Baca Juga: Akhirnya Viktor Gyokeres Bakal Mentas di Piala Dunia Setelah Jadi Pahlawan Swedia Kalahkan Polandia
Momentum penting yang seharusnya bisa dimanfaatkan justru terlewat begitu saja. Kesalahan-kesalahan kecil menjadi mahal, dan pada akhirnya menentukan hasil akhir. Kekalahan di fase ini memastikan langkah Italia terhenti.
Kegagalan ini bukan hanya soal satu pertandingan, tetapi menjadi gambaran masalah yang lebih besar. Salah satu sorotan utama adalah minimnya regenerasi pemain berkualitas yang siap bersaing di level tertinggi.
Beberapa pemain inti saat ini memang masih memiliki kualitas, tetapi tidak cukup untuk mengangkat performa tim secara keseluruhan. Di sisi lain, pemain muda yang diharapkan menjadi penerus belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Dampaknya cukup serius. Tanpa pengalaman tampil di Piala Dunia, proses pembentukan mental dan kualitas pemain bisa terhambat. Ini menjadi tantangan besar bagi federasi dan tim pelatih untuk segera mencari solusi.
Selain itu, pendekatan taktik juga menjadi perhatian. Sepak bola modern berkembang sangat cepat, dan Italia dinilai belum sepenuhnya mampu beradaptasi. Mereka terlihat kesulitan menghadapi tim yang bermain lebih dinamis dan agresif.
Jika situasi ini terus berlanjut, Italia berisiko semakin tertinggal dari negara lain. Perubahan menyeluruh, mulai dari pembinaan usia muda hingga strategi permainan, menjadi hal yang tidak bisa ditunda lagi.
Kini, Italia berada di persimpangan jalan. Bangkit atau semakin tenggelam. Waktu akan menjadi penentu, apakah mereka mampu kembali ke jalur yang seharusnya atau justru terus terjebak dalam krisis berkepanjangan.