JawaPos.com - Masa depan Manchester City mulai diselimuti tanda tanya besar. Klub raksasa Inggris itu dikabarkan telah menentukan sosok pengganti ideal untuk Pep Guardiola, yang diyakini akan meninggalkan kursi pelatih lebih cepat dari kontraknya.
Meski kontraknya secara resmi masih berlaku hingga Juni 2027, atmosfer di Etihad Stadium menunjukkan bahwa perpisahan pada akhir musim ini menjadi kemungkinan yang semakin nyata.
Pergantian struktur internal klub menjadi salah satu indikator kuat. Kepergian Txiki Begiristain, sosok penting di balik kesuksesan City, serta masuknya Hugo Viana sebagai Direktur Olahraga, menandai dimulainya era baru di tubuh klub.
Spekulasi mengenai masa depan Guardiola semakin memanas menjelang jeda internasional Maret. Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu tetap menunjukkan kualitasnya dengan membawa City meraih kemenangan 2-0 atas Arsenal di final Carabao Cup.
Jika City mampu menutup musim dengan raihan gelar ganda domestik, maka itu bisa menjadi akhir yang sempurna bagi satu dekade kepemimpinan Guardiola.
Menurut laporan media Prancis L'Equipe, Guardiola hampir dipastikan akan meninggalkan Manchester City di akhir musim ini.
Lebih menarik lagi, laporan tersebut menyebut bahwa kalangan eksekutif sepak bola Eropa sudah mengetahui siapa sosok yang akan menggantikannya.
Nama yang muncul sebagai penerus adalah Enzo Maresca, mantan pelatih Chelsea FC dan Leicester City.
Maresca bukan sosok asing bagi Manchester City. Ia pernah menjadi asisten Guardiola saat klub meraih treble bersejarah musim 2022/2023, serta sukses menangani tim Elite Development Squad.
Baca Juga: Kutukan Belum Usai! Tiga Kali Beruntun Italia Gagal ke Piala Dunia, Gennaro Gattuso Minta Maaf
Ketersediaannya di pasar setelah berpisah dengan Chelsea meski sempat meraih trofi Piala Dunia Antarklub dan UEFA Conference Leagu membuat namanya semakin kuat dikaitkan dengan City.
Secara filosofi, Maresca dianggap sebagai sosok yang paling mendekati gaya bermain Guardiola. Hal ini menjadi faktor penting, mengingat City telah menginvestasikan banyak dana dalam pengembangan pemain muda yang sesuai dengan sistem tersebut dalam 18 bulan terakhir.
Jika Guardiola benar-benar hengkang, penunjukan Maresca akan menjadi langkah menjaga kesinambungan filosofi, bukan melakukan revolusi besar dalam taktik.