JawaPos.com - Perpisahan Mohamed Salah dengan Liverpool tampaknya akan menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah modern klub. Setelah sembilan tahun penuh trofi, gol, dan rekor, penyerang asal Mesir itu dipastikan akan meninggalkan Anfield pada akhir musim 2025-26.
Keputusan Salah untuk pergi sebagai pemain bebas transfer membuat akhir kisahnya bersama The Reds terasa semakin dramatis. Apalagi, ia meninggalkan klub dengan status sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa Liverpool, dengan torehan 255 gol selama berseragam merah.
Baca Juga: Casemiro Buka Peluang Gabung Inter Miami, Berpotensi Main Bareng Lionel Messi!
Melansir Sports Mole, menjelang laga legenda antara Liverpool dan Borussia Dortmund, Jurgen Klopp tak ragu memberikan pujian besar kepada mantan anak asuhnya tersebut.
Menurut Klopp, pencapaian Salah mungkin akan sangat sulit disamai, bahkan di era modern Liga Premier yang terus berkembang.
"Dia berada di level yang sangat tinggi," kata Klopp.
"Saya tidak bisa membandingkannya dengan orang lain, hanya dengan orang-orang dan pemain yang pernah bekerja sama dengan saya."
"Selama masa saya, dan karena saya benar-benar mengikuti atau bekerja untuk Liverpool, dia jelas termasuk di antara yang terhebat."
"Tapi saya tidak perlu mengatakan itu karena jika Anda membaca angka-angkanya, Anda sudah tahu ada sesuatu yang istimewa."
"Angka-angka yang dia hasilkan, standar yang dia tetapkan, saya pikir beberapa di antaranya, jika bukan semuanya, akan tetap tak tertandingi. Di era Liga Premier modern ini, tentu saja, karena sungguh luar biasa untuk melakukan hal itu."
Baca Juga: Ditahan PSPS Pekanbaru 1-1, Peluang PSMS Medan Raih Tiket Promosi Semakin Kecil
Klopp juga mengakui bahwa dirinya dan Salah sempat beberapa kali memiliki perbedaan pendapat selama bekerja bersama. Namun, hal itu tidak pernah merusak hubungan mereka karena keduanya selalu memiliki tujuan yang sama: membawa Liverpool menuju kejayaan.
Bahkan, mantan pelatih asal Jerman itu percaya Salah masih bisa tampil di level tertinggi selama enam hingga tujuh tahun lagi. Kondisi fisik yang luar biasa serta disiplin dalam menjaga kebugaran disebut Klopp sebagai alasan utama mengapa sang pemain belum menunjukkan tanda-tanda penurunan performa.
Pujian untuk Salah tidak hanya datang dari Klopp. Bek senior Liverpool, Andy Robertson, juga menempatkan winger berusia 33 tahun itu di jajaran nama-nama besar sepanjang sejarah klub.
"Saya rasa [Salah] jelas salah satu yang terhebat," kata Robertson. "Saya akan mengatakan Kenny mungkin mengunggulinya dan saya mengatakan itu padanya hampir setiap hari."
"Bagi saya, Kenny adalah pemain terbaik sepanjang masa untuk Skotlandia dan dia adalah pemain terbaik sepanjang masa untuk Liverpool."
"Sungguh suatu prestasi luar biasa baginya untuk bisa disandingkan dengan Kenny Dalglish, Steven Gerrard, Ian Rush, dan orang-orang seperti itu."
"Bagi Mo untuk berada dalam kalimat yang sama adalah suatu penghargaan mutlak atas apa yang telah dia lakukan selama sembilan tahun terakhir."
Secara statistik, warisan Salah memang sulit dibantah. Selain menjadi pencetak gol terbanyak ketiga Liverpool sepanjang masa, ia juga saat ini duduk di peringkat keempat daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Premier dengan 191 gol.
Kalau melihat angka, trofi, dan konsistensi yang ia tunjukkan selama hampir satu dekade, rasanya tidak berlebihan jika Salah disebut sebagai salah satu legenda terbesar yang pernah dimiliki Liverpool.