← Beranda
Kalah dari Prancis, Casemiro dan Matheus Cunha Dirujak Media Brasil
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 28 Maret 2026 | 02.24 WIB
Gelandang Manchester United Casemiro. (Dok. Manchester United)

JawaPos.com - Brasil harus menelan kekalahan 2-1 dari Prancis dalam laga persahabatan bergengsi yang berlangsung di Gillette Stadium. Hasil ini bukan cuma soal skor, tapi juga soal performa, terutama bagi dua nama yang langsung jadi sorotan: Casemiro dan Matheus Cunha.

Keduanya dipercaya tampil sebagai starter oleh Carlo Ancelotti dalam pertandingan yang disaksikan lebih dari 66 ribu penonton tersebut. Atmosfer besar, ekspektasi tinggi, tapi sayangnya performa di lapangan belum cukup menjawab.

Baca Juga: Real Madrid Siapkan Serangan Transfer! Casemiro, Achraf Hakimi, dan Eduardo Camavinga Jadi Target Utama Musim Panas

Prancis tampil lebih efektif. Kylian Mbappe membuka keunggulan lewat lob cantik yang melewati Ederson, sebelum Hugo Ekitike menggandakan skor dengan cara yang hampir serupa. Brasil sempat memperkecil lewat Gleison Bremer, tapi gagal mengejar ketertinggalan.

Casemiro: Solid, Tapi Satu Momen Fatal

Sebagai kapten tim, Casemiro memainkan peran penting di lini tengah. Namun, satu kesalahan krusial langsung jadi bahan kritik utama media Brasil.

Melansir Manchester Evening News, media Globo memberi nilai 5/10 dan menyoroti momen saat ia kehilangan bola yang berujung gol pertama Prancis. Mereka menulis:

"Ia melakukan kesalahan pada gol pertama Prancis, kehilangan bola dan memicu serangan balik."

Meski begitu, tidak semua dinilai negatif. Mereka juga mengakui kontribusinya sepanjang laga.

"Di sisi lain, dia penting baik saat menguasai bola maupun tidak. Dia melakukan umpan-umpan bagus, mencoba menembak, dan bekerja keras untuk menutup ruang dan melakukan tekel."

Baca Juga: Rumor Casemiro ke Real Madrid, Begini Tanggapan Fabrizio Romano!

Sementara itu, ESPN Brasil juga memberikan nilai serupa dan menyoroti dampak kesalahan tersebut terhadap performanya secara keseluruhan.

"Dia mendominasi lini tengah hingga melakukan kesalahan yang menyebabkan serangan balik dan gol Mbappe, yang membuka skor. Dia sempat kehilangan kendali dengan wasit dan penampilannya agak kurang memuaskan hingga akhir pertandingan."

Cunha: Aktif, Tapi Kurang Menggigit

Berbeda dengan Casemiro yang disorot karena satu momen fatal, Matheus Cunha lebih banyak dikritik karena kurangnya dampak di lini depan.

Globo menilai pergerakannya cukup baik, tapi minim ancaman nyata.

"Dia banyak bergerak untuk memberikan opsi umpan dan membantu menciptakan peluang. Dia hanya melepaskan satu tembakan, pada menit ke-34 babak pertama, dari luar kotak penalti."

ESPN Brasil juga melihat hal yang sama.

"Pergerakan dan kontrol bola yang bagus, tetapi tanpa memberikan kontribusi sebanyak yang diharapkan dari seseorang di posisinya. Hanya satu tembakan di babak pertama, yang melenceng ke kiri gawang Maignan."

Lini Serang Brasil: Diisi Nama Besar, Sepi Ancaman

Kritik tidak berhenti di dua pemain tersebut. Secara keseluruhan, lini serang Brasil dinilai gagal memberikan tekanan berarti ke pertahanan Prancis.

Folha de S.Paulo menyoroti minimnya ancaman ke gawang lawan.

"Kuartet yang dibentuk oleh Vinicius Junior, Raphinha, Matheus Cunha, dan Gabriel Martinelli hampir tidak menimbulkan masalah bagi kiper Prancis, Mike Maignan."

Meski begitu, Cunha tetap mendapat sedikit kredit atas perannya dalam situasi kartu merah lawan.

"Bek tersebut menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Matheus Cunha di tepi kotak penalti. Setelah meninjau kejadian tersebut melalui video, wasit memilih untuk langsung mengusir bek tersebut, karena menganggapnya sebagai peluang mencetak gol yang jelas."

Sementara Estadao menilai masalah utama Brasil ada pada kurangnya kontrol permainan di lini depan.

"Raphinha, Vini, dan Martinelli banyak bergerak, tetapi tidak banyak berkontribusi. Dengan empat penyerang – Matheus Cunha sebagai penyerang lainnya – tidak ada yang bisa mengatur permainan, mempercepat atau memperlambat tempo saat dibutuhkan.

"Keputusan buruk dalam menyelesaikan peluang sangat merugikan tim Brasil, yang melepaskan lima tembakan dan semuanya meleset dari sasaran di babak pertama."

Hasil ini mungkin “hanya” laga persahabatan, tapi pesan yang dikirim cukup jelas: Brasil masih punya pekerjaan rumah, terutama dalam hal efektivitas serangan dan konsistensi di lini tengah.

EDITOR: Hendra