← Beranda
Telan Empat Kekalahan Beruntun, Ini Pekerjaan Rumah Chelsea Selama Jeda Internasional Bulan Maret
Bramasta JPKamis, 26 Maret 2026 | 00.18 WIB
Pemain Chelsea Estevao. (Dok. Estevao)

JawaPos.com – Empat kekalahan beruntun bagi tim juara bertahan Liga Konferensi 2024/2025 serta Juara Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 bukanlah cara ideal untuk memasuki jeda internasional bulan Maret ini.

Namun, Chelsea setidaknya perlu bersyukur atas jeda tersebut usai performa buruk yang membuat mereka kebobolan 12 gol dalam empat pertandingan terakhir, tersingkir dari Liga Champions, dan kehilangan posisi dalam persaingan untuk lolos ke kompetisi musim depan.

Dengan pertandingan melawan Manchester City dan Manchester United di depan mata pada April, manajer The Blues, Liam Rosenior tidak bisa membiarkan keadaan semakin memburuk. Kemampuannya sebagai pemimpin ruang ganti juga mulai dipertanyakan.

Baca Juga: Paspor WNI Diragukan, Tim Geypens Tak Diboyong FC Emmen Saat Lawan SC Cambuur

Berikut adalah empat masalah yang bisa segera diatasi Rosenior selama jeda internasional ini.

1. Pulihkan Kepercayaan Diri Robert Sanchez

Mungkin pemain yang paling dirugikan di era Rosenior adalah kiper Robert Sanchez, yang mulai menunjukkan performa bagus di bawah mantan pelatih Enzo Maresca namun melakukan serangkaian blunder sejak manajer baru datang.

Ini adalah pertanyaan yang sulit dijawab. Kiper Spanyol itu duduk di bangku cadangan saat kemenangan 4–1 atas Aston Villa dan kemudian menyaksikan penggantinya, Filip Jorgensen, mengalami penampilan buruk di leg pertama dalam kekalahan melawan Paris Saint-Germain.

Jorgensen kemudian menjalani operasi kecil. Kondisi ini mengembalikan posisi kiper kepada Sanchez yang sayangnya tampak langsung kehilangan kepercayaan diri usai diparkir Rosenior di pertandingan terbesar musim ini.

Kita pernah melihat performa seperti itu selama masa awal Robert Sanchez di Chelsea, yang tentu saja tidak seperti penampilan bintang di akhir masa kepemimpinan Maresca. Kala itu, ia sangat dipuji fans The Blues.

Baca Juga: Moncer di Galatasaray! Gabriel Sara Jadi Rebutan Klub Liga Inggris

Sanchez jelas membutuhkan peningkatan kepercayaan diri, tetapi Rosenior mungkin juga perlu mempertimbangkan penyesuaian taktiknya. Minimal mengembalikan kekuatan sang kiper utama di bulan April nanti

2. Beradaptasi untuk Atasi Badai Cedera pada Pemain Bertahan

Mengubah taktik terasa perlu dilakukan setelah beberapa penampilan yang benar-benar buruk. Kurangnya kreativitas menyerang memang menjadi masalah, tetapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan buruknya pertahanan tim asal London barat ini.

Para pemain bertahan seringkali mendapat sorotan karena kurangnya kekompakan, tentu saja hal ini diperparah oleh penampilan buruk di bawah mistar. Ini adalah masalah besar yang bahkan belum termasuk badai cedera parah yang menimpa lini belakang Chelsea beberapa pekan terakhir.

Kapten Reece James yang mengalami cedera hamstring dan bek tengah Trevoh Chalobah yang harus absen enam minggu untuk pulih dari masalah pergelangan kaki adalah masalah terbaru bagi Rosenior.

Kini, Chelsea masih memiliki lima bek tengah yang bisa diandalkan, tetapi tidak satu pun yang benar-benar meyakinkan. Wesley Fofana tampaknya berada di urutan teratas, tetapi sedang mengalami performa buruk.

Sementara itu, Mamadou Sarr mungkin membutuhkan bantuan untuk pulih dari penampilan terburuk dalam kariernya ketika dimainkan di posisi yang tidak biasa saat The Blues dihajar PSG beberapa waktu lalu.

Tosin Adarabioyo dan Benoit Badiashile tampaknya sama-sama berjuang untuk masa depan mereka menjelang jendela transfer musim panas, dan Josh Acheampong yang masih muda tampaknya masih kurang tenang dalam menghadapi tekanan saat ini.

3. Temukan Rencana untuk Estevao

Bantuan untuk lini serang Chelsea yang lesu mungkin telah tiba sebelum jeda internasional ketika aroma Brasil, Estevao, masuk dari bangku cadangan pada 20 menit terakhir di laga kekalahan melawan Everton.

Pemain sayap muda ini sebelumnya absen karena cedera hamstring, namun seharusnya siap bermain saat kompetisi domestik kembali bergulir. Rosenior harus mencari cara untuk memasukkan wonderkid Brasil ini ke dalam lini serang yang padat.

Estevao sangat kuat tampil di sayap kanan, tempat Cole Palmer bermain. Namun, Rosenior bisa menggeser playmaker Inggris itu bermain lebih ke tengah, tetapi di situlah Enzo Fernandez bermain baru-baru ini.

Tampaknya tidak ada posisi kosong yang jelas untuk pemain muda ini di skuad utama The Blues, yang sebetulnya satu dari sedikit pemain yang tampaknya menikmati kreativitasnya di awal karier di Stamford Bridge.

Chelsea sangat membutuhkan kecerdasannya, itu sudah jelas. Nilai Estevao telah meningkat selama absennya dan para penggemar klub pastinya sangat menginginkan serangkaian kontribusi dari superstar muda mereka.

4. Mencari Pasangan Lini Tengah Terkuat

Peran spesifik Enzo Fernandez di bawah Rosenior telah dipertanyakan. Sering dimainkan di posisi gelandang serang, pemain Argentina ini sama sekali tidak terlihat seperti ancaman di era Maresca dan belum mampu mendikte permainan dengan umpannya.

Rosenior harus memutuskan apakah akan mempertahankan posisi ini untuk Enzo atau menduetkan bersama Moises Caicedo yang, terlihat kelelahan dan kehilangan arah karena manajer terus-menerus mengganti rekan duetnya di lini tengah.

Reece James seringkali bermain di lini tengah sebelum cedera, sementara Andrey Santos juga pernah menjadi rekan duet Caicedo dan, yang terbaru, Roméo Lavia diberi kesempatan untuk membuktikan diri.

Namun, tidak ada yang benar-benar berhasil untuk menjadi pasangan terbaik gelandang Ekuador yang menikmati musim terbaiknya berseragam Chelsea, ia terlalu kelelahan sehingga menciptakan poros yang rapuh dan perlu sedikit perlindungan defensif dari rekan duet

Rotasi jelas penting, tetapi stabilitas di lini tengah tim sangat penting. Lini tengah Chelsea terlalu sering terlihat kacau dan itu tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Rosenior harus segera memilih rekan duet tetap bagi Caicedo untuk memasuki bulan krusial April ini.

EDITOR: Hendra