JawaPos.com - Kepindahan Jadon Sancho ke Manchester United pada 2021 sempat disambut dengan harapan besar. Setelah tampil gemilang bersama Borussia Dortmund, pemain sayap Inggris itu digadang-gadang akan menjadi salah satu bintang baru di Old Trafford. Namun, perjalanan Sancho di klub tersebut justru berkembang menjadi cerita yang jauh dari harapan.
Sancho bergabung dengan Man United setelah menjadi target transfer utama sejak 2020. Saat akhirnya resmi datang setahun kemudian, banyak yang percaya ia akan menjadi bagian penting dari proyek tim yang saat itu masih ditangani Ole Gunnar Solskjaer.
Bahkan Sancho sendiri menyebut transfer tersebut sebagai “mimpi yang menjadi kenyataan”. Namun, kenyataannya tidak berjalan semulus yang dibayangkan.
Baca Juga: Manchester United Bangkit, Carrick Dukung Target Juara Liga Inggris dalam Dua Tahun
Selama berseragam United, Sancho kesulitan menemukan performa terbaiknya. Ia hanya mencetak 12 gol dan enam assist dari 79 pertandingan di semua kompetisi.
Statistik itu jauh dari ekspektasi, mengingat ia sebelumnya menjadi salah satu pemain paling produktif di Bundesliga.
Salah satu faktor yang kerap disebut memengaruhi performanya adalah persoalan posisi bermain. Sancho dikenal lebih nyaman beroperasi di sisi kiri penyerangan, tetapi di United posisi tersebut sudah menjadi milik Marcus Rashford. Akibatnya, Sancho sering dimainkan di sisi kanan atau bahkan harus memulai laga dari bangku cadangan.
Baca Juga: Manchester United Tampil Garang Bersama Carrick, Ratcliffe Masih Tahan Keputusan Pelatih Tetap
Situasi makin rumit ketika performanya sempat menurun pada musim 2022. Saat itu, Sancho mengambil jeda cukup panjang dari tim utama untuk mengatasi persoalan pribadi dan kondisi mentalnya.
Pelatih Man United saat itu, Erik ten Hag, sempat memberikan waktu kepada sang pemain untuk memulihkan diri sebelum kembali berlatih bersama tim.
Namun, hubungan keduanya kemudian memanas pada awal musim 2023/2024. Ten Hag sempat menyatakan bahwa Sancho tidak masuk skuad karena performanya dalam latihan kurang memuaskan.
Pernyataan itu langsung dibalas Sancho melalui media sosial yang menyebut dirinya dijadikan kambing hitam.
Konflik tersebut membuat situasi semakin sulit bagi Sancho di Old Trafford. Ia akhirnya dipinjamkan kembali ke Dortmund pada paruh musim, sebelum kemudian menjalani masa peminjaman lain ke Chelsea dan kini membela Aston Villa.
Meski kariernya di United tidak berjalan sesuai rencana, Sancho masih memiliki usia yang relatif muda untuk kembali menemukan performa terbaiknya.
Baca Juga: Prediksi Skor Manchester United vs Aston Villa dan Link Live Streaming: Duel Perebutan 3 Besar!
Di usia 25 tahun, pemain Inggris itu masih memiliki kualitas teknik, kreativitas, serta kemampuan menggiring bola yang pernah membuatnya bersinar di Bundesliga.
Pertanyaannya sekarang adalah ke mana langkah berikutnya akan membawa Sancho. Masa depannya setelah masa pinjaman bersama Aston Villa berakhir masih belum pasti.
Namun satu hal jelas, kisahnya di Manchester United menjadi salah satu contoh bahwa tidak semua transfer besar selalu berakhir dengan cerita manis.