← Beranda
Nasib Tottenham Musim Ini: Dari Nyaris Taklukkan PSG Kini Berjuang Hindari Degradasi
Andre Rizal HanafiRabu, 11 Maret 2026 | 13.39 WIB
Tottenham Hotspur. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling sulit bagi Tottenham Hotspur dalam beberapa tahun terakhir. Klub asal London Utara itu kini menghadapi ancaman serius terdegradasi dari Premier League, sebuah situasi yang terasa kontras dengan ambisi besar mereka di awal musim.

Padahal, pada Agustus lalu Spurs nyaris meraih trofi penting. Mereka hanya terpaut beberapa detik dari kemenangan atas Paris Saint-Germain di ajang UEFA Super Cup.

Jika saat itu berhasil menang, Tottenham bisa saja mengklaim diri sebagai salah satu tim terbaik di Eropa. Namun tujuh bulan berselang, kondisi tim berubah drastis.

Baca Juga: Event Lari Malang Half Marathon Didukung Tiga Kementerian

Penampilan yang tidak konsisten membuat Tottenham terperosok di papan bawah klasemen liga Inggris dan kini harus berjuang keras menghindari degradasi. Situasi semakin rumit setelah klub menunjuk Igor Tudor sebagai carateker pelatih.

Pelatih asal Kroasia tersebut datang dengan pendekatan yang cukup keras terhadap skuadnya. Dia bahkan pernah menyebut timnya memiliki tiga masalah utama kurang stamina, tumpul dalam menyerang, dan rapuh dalam bertahan.

Pernyataan tersebut sempat menuai perhatian publik. Banyak suporter menilai komentar Tudor terlalu blak-blakan, terutama di tengah kondisi tim yang sedang tertekan.

Baca Juga: Liga Champions: Ambisi Newcastle Singkirkan Barcelona Demi Cetak Sejarah Baru

Sejauh ini perubahan yang diharapkan belum terlihat. Tottenham justru menelan beberapa kekalahan yang membuat posisi mereka semakin terancam.

Salah satu momen yang dianggap menjadi titik kritis musim Spurs terjadi saat menghadapi Crystal Palace. Dalam pertandingan tersebut, Tottenham sebenarnya sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya kehilangan momentum.

Bek Micky van de Ven menerima kartu merah yang membuat tim harus bermain dengan 10 pemain. Situasi itu dimanfaatkan Palace untuk membalikkan keadaan dan menambah tekanan bagi Spurs.

Baca Juga: Bandingkan Xavi dan Hansi Flick, Joan Laporta: Dinamika Kita Kini Menang

Kekalahan tersebut mempertegas persoalan yang dihadapi Tottenham musim ini. Tim kerap kehilangan fokus pada momen penting dan gagal menjaga keunggulan.

Meski demikian, harapan belum sepenuhnya tertutup. Dengan beberapa pertandingan tersisa di liga, Tottenham masih memiliki peluang untuk mengamankan posisi dan bertahan di Premier League.

Sebagian pengamat menilai Spurs hanya membutuhkan beberapa kemenangan lagi untuk menjauh dari zona merah. Namun mereka harus segera menemukan konsistensi jika tidak ingin musim ini berakhir dengan kekecewaan besar.

Baca Juga: Drawing Perempat Final Piala FA: Manchester City Hadapi Liverpool

Ironisnya, di tengah performa buruk di liga domestik, Tottenham masih memiliki catatan cukup baik di kompetisi Eropa. Hal ini membuat musim mereka terasa penuh paradoks.

Bagi para pendukung setia Spurs, situasi ini menjadi ujian kesabaran. Klub dengan sejarah panjang dan banyak pemain bintang itu kini berada di persimpangan penting bangkit dan bertahan di kasta tertinggi, atau menghadapi kenyataan pahit turun divisi.

Yang jelas, beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu masa depan Tottenham musim ini.

Baca Juga: Liverpool Dipastikan Tanpa Alisson Becker di Leg Pertama Liga Champions Lawan Galatasaray

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah