JawaPos.com - Internacional memastikan diri tetap berada di Serie A Brasil setelah meraih kemenangan penting 3-1 atas RB Bragantino, Minggu (8/12/2025).
Gol dari Internacional dicetak Gabriel Mecardo pada menit ke-50, penalti Allan Patrick pada menit ke-77, dan J. Carbonero pada menit ke-81. Sedangkan gol RB Bragatino dicetak J. Jhon pada menit ke-87.
Hasil ini bukan hanya melegakan para pendukung Internacional, tetapi juga membuyarkan rencana “unik” para fans Gremio yang berharap bisa menyaksikan langsung rival mereka terdegradasi.
Menjelang pertandingan tersebut, tiket untuk pendukung tuan rumah banyak diborong suporter Gremio. Laga yang digelar di markas Internacional, Stadion Beira Rio, Porto Alegre, Brasil, itu bahkan habis hanya dalam waktu singkat.
Namun, yang menarik, sebagian besar tiket itu ternyata diborong oleh pendukung Gremio.
Mereka bukan berniat memberikan dukungan, tetapi ingin hadir sebagai “saksi” Internacional terdegradasi ke Serie B Brasil.
Ekspektasinya jelas Gremio ingin melihat sang rival jatuh di depan mata mereka sendiri.
Fenomena seperti ini bukan hal asing dalam rivalitas Gremio dan Internacional, yang memang dikenal panas dan penuh gengsi.
Kesempatan untuk menyaksikan Internacional terpuruk tampaknya dianggap terlalu berharga untuk dilewatkan.
Namun, skenario itu gagal total. Internacional justru tampil solid dan penuh determinasi.
Bermain efektif, mereka mampu mengunci kemenangan lewat penampilan yang lebih rapi dibanding beberapa pekan sebelumnya.
Tiga gol yang mereka cetak bukan hanya memastikan tiga poin, tetapi juga mengamankan posisi dari ancaman degradasi.
Sementara itu, para fans Gremio yang telah memborong tiket harus menerima kenyataan berbeda dari harapan awal.
Alih-alih menyaksikan momen menyakitkan bagi rivalnya, mereka justru melihat Internacional bangkit dan merayakan hasil penting.
Situasi ini sontak menjadi bahan gurauan di media sosial, terutama karena antusiasme besar yang sudah terlanjur mereka tunjukkan saat berburu tiket.
Di luar dinamika rivalitas, keberhasilan Internacional bertahan di kasta tertinggi Liga Brasil tentu menjadi titik terang bagi klub yang sempat berada dalam tekanan besar.
Kemenangan ini memberi ruang bagi manajemen dan pelatih untuk mengevaluasi musim sekaligus merencanakan langkah perbaikan tanpa bayang-bayang degradasi.
Sementara bagi Gremio, kegagalan misi “nonton rival degradasi” ini hanyalah satu cerita tambahan dalam persaingan panjang Gremio dan Internacional yang tak pernah kehilangan warna.
Rivalitas tetap hidup, meski kali ini Internacional berhasil menjadi pihak yang tersenyum di akhir musim.
Dengan berakhirnya drama ini, fokus kedua klub kini beralih ke persiapan musim berikutnya.
Namun, satu hal jelas Gremio dan Internacional selalu punya cerita, dan para suporter selalu menemukan cara kreatif, terkadang lucu, bahkan terkadang absurd untuk menunjukkan loyalitas sekaligus persaingan mereka.