← Beranda
4 Fakta Menarik dalam Kemenangan 5–0 Timnas Inggris atas Serbia di Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa: Rekor Tanpa Kebobolan Hingga Debut Djed Spence
Bramasta JPRabu, 10 September 2025 | 17.30 WIB
Djed Spence mendapat panggilan timnas senior Inggris. (Eddie Keogh/The FA)
 
 

JawaPos.com – Dalam kejayaan timnas Inggris atas Serbia dengan skor akhir 5–0 adalah penampilan terbaik Thomas Tuchel bersama pasukan The Three Lions di kualifikasi Piala Dunia zona Eropa grup K pada Rabu (10/9) dini hari WIB.

Pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Rajko Mitic, timnas Inggris menyajikan penampilan yang berbeda dari pertandingan sebelumnya saat mereka menang 2–0 atas Andorra. The Three Lion langsung menampilkan permainan yang menekan.

Hasilnya terbayar pada menit ke-33 saat Harry Kane membuka skor memanfaatkan tendangan sudut Declan Rice. Dua menit berselang Noni Madueke menggandakan angka menyambut umpan cantik Morgan Rogers. Skor 2-0 menjadi keunggulan tim tamu di jeda babak pertama.

Kembali melalui skema bola mati, dua bek tengah Inggris justru bekerja sama membuat gol setelah kiper Serbia, Djordje Petrovic kurang sempurna menepis krosing Anthony Gordon, yang membentur Marc Guehi sebelum diselesaikan Ezri Konsa dengan tendangan jarak dekat.

Usaha tuan rumah menyamakan skor harus terhalang ketika menit ke-72, kapten mereka Nikola Milenkovic diusir dari lapangan setelah mendapat kartu merah dan langsung dimanfaatkan oleh timnas Inggris pimpinan Tuchel.

Rice mencatatkan asis kedua, setelah umping lambungnya disambut dengan mudah oleh Guehi yang mendapat ruang kosong, memaksa Petrovic memungut bola untuk keempat kalinya dari jala gawang.

Marcus Rashford menutup pesta gol The Three Lions lewat eksekusi penaltinya yang melesat ke pojok kiri gawang, setelah Ollie Watkins dilanggar Stahinja Erakovic menjadikan skor akhir 5-0 untuk kemenangan tim tamu.

Hasil ini membuktikan bahwa Tuchel mampu meracik timnas Inggris menjadi lebih baik walau bermain tampa beberapa pilar utamanya seperti, Cole Palmer, Jude Bellingham, Bukayo Saka. Tetapi ada empat fakta menarik lainnya dalam pertandingan ini yang perlu Anda ketahui.

Timnas Inggris Belum Kebobolan Sejak Oktober 2024 di Pertandingan Resmi

Sempat tampil mengecewakan ketika kalah 1-3 dari Senegal di pertandingan uji coba, timnas Inggris memiliki catatan menawan yang berbanding terbalik dari permainan memalukan di laga persahabatan tersebut.

The Three Lions belum pernah kebobolan sejak Oktober 2024 lalu dalam tujuh pertandingan terakhir. Pemain terakhir yang menjebol gawang Inggris adalah Artuu Hoskonen saat timnas Finlandia harus mengakui keunggulan tim nasional yang masih dipimpin Gareth Southgate.

Kini, di bawah arahan pelatih baru, Tuchel rekor clean sheet tersebut masih terjaga. Bahkan timnas Inggris telah mencetak 21 gol dalam pertandingan resmi tak terkalahkan dengan rekor tak kemasukan gol ini.

Pertahanan yang solid merupakan modal berharga timnas Inggris jelang melanjutkan perjalanan mereka di kialifikasi Piala Dunia zona Eropa bulan depan, menuju gelaran utama turnamen antar negara dunia pada 2026 mendatang di Amerika Serikat.

Jajaran bek tengah seperti Guehi, Konsa, Dan Burn, Levi Colwill, hingga John Stones masih menjadi favorit untuk mengisi tim utama The Three Lions untuk beberapa bulan hingga tahun mendatang.

Sementara di posisi penjaga gawang, ada nama Jordan Pickford, Dean Henderson, dan James Trafford secara rutin mendapat panggilan dari siapapun juru taktik yang mengisi kursi panas pelatih kepala timnas Inggris selama beberapa bulan terakhir.

Declan Rice Menjadi Eksekutor Utama Bola Mati

Mencatatkan dua asis melalui bola mati, Rice menarik perhatian banyak pengamat mengenai kemampuannya dalam mengirim umpan-umpan cantik untuk para pemain timnas Inggris memanfaatkannya menjadi gol.

Sebenarnya kemampuan pemain 26 tahun dalam mengeksekusi bola mati sudah terlihat sejak musim lalu, ketika membawa Arsenal menumbangkan Real Madrid 3–0 di leg pertama perempat final Liga Champions saat Rice mencetak dua gol melalui tendangan bebas.

Kini kelebihan eks pemain West Ham tersebut kembali terlihat setelah mampu mengirimkan umpan cantiknya kepada Kane dan Guehi melalui bola mati yang dieksekusinya dengan menawan sehingga menyumbang dua asis pada duel melawan Serbia ini

Noni Madueke Bisa Amankan Satu Posisi di Starting Line-up

Meski sempat mendapat penolakan dari pendukung Arsenal saat The Gunners berhasil mengakusisi jasanya dari Chelsea di musim panas ini, Madueke menjawab semua orang yang meremehkannya dengan penampilan memukau bersama timnas Inggris.

Dipercaya oleh Tuchel untuk menjadi starter di sisi kanan The Three Lions dalam dua laga jeda internasional bulan September ini, pemain 23 tahun ini sukses membuka keran golnya untuk timnas Inggris.

Selain itu penampilan ngototnya juga patut diapresiasi dalam dua pertandingan tersebut. Kerja keras serta kecepatannya untuk membongkar pertahanan lawan bisa menjadi senjata rahasia Tuchel menjelang Piala Dunia 2026 mendatang.

Pembuktian ini bisa jadi membawa nama Madueke untuk setidaknya mengamankan satu posisi di starting line-up Tuchel dalam beberapa pertandingan ke depan jika penampilan winger serba bisa ini tidak menurun.

Debut Djed Spence Sebagai Pemain Muslim Pertama yang Bermain untuk Timnas Inggris.

Tidak mendapat menit bermain dalam laga melawan Andorra, akhirnya pemain muslim pertama yang berseragam timnas Inggris ini mendapatkan debutnya saat melawan Serbia. Tuchel memasukkan Spence pada menit ke-68 untuk menggantikan Reece James.

Ia bertukar posisi dengan Tino Livramento yang juga memiliki fleksibilitas di posisi bek sayap. Menyisir dari kelebaran sisi kiri, Spence mencatatkan 19 kali sentuhan dan enam umpan progresi ke kotak penalti lawan.

Tetapi kontribusi tersebut belum signifikan menjadikan FotMob memberi rating pemain Tottenham Hotspur ini hanya 6,2 dari 22 menitnya di lapangan.

Jika terus konsisten tampil gemilang bersama Spurs pimpinan Thomas Frank, bukan tidak mungkin Djed Spence bisa kembali mendapat panggilan Tuchel dan menembus starting line-up The Three Lions di tahun-tahun mendatang.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan