← Beranda
Prediksi Line-Up Timnas Italia vs Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Gattuso Terapkan Taktik Menyerang, Formasi 4-3-3, Mateo Retegui Ujung Tombak
Bramasta JPSenin, 8 September 2025 | 18.17 WIB
Mateo Retegui menjadi andalan timnas Italia. (X/@Azzurri)

JawaPos.com – Timnas Italia asuhan Gennaro Gattuso akan melanjukan perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia zona Eropa grup I dengan melawan Israel, Stadion Nagyerdei, pada Selasa (9/9) dini hari WIB.

Ambisi Italia untuk mempertahankan ritme dalam meraih kemenangan akan diuji dalam laga ini. Sebelumnya Gli Azzurri berhasil membantai Estonia dengan skor 5-0, sedangkan calon lawannya  menang besar 4-0 di kandang Moldova.

Dua penampilan solid kedua negera ini akan menciptakan pertandingan sengit, tetapi tim pimpinan Gattuso masih di atas angin dengan rekor pertemuan empat kemenangan melawan Israel.

Melansir dari Football Italia, Gli Azzurri diperkirakan akan mengubah skema formasi mereka setelah pada pertandingan sebelumnya menggunakan empat penyerang secara bersamaan dengan formasi 4-4-2 atau di lapangan seringkali menjadi 4-2-4.

Laga melawan Israel ini, timnas Italia akan kembali menggunakan formasi 4-3-3 untuk setidaknya memperkuat lini tengah untuk melindungi lini pertahanan dari ancaman striker-striker lawan mereka, Manor Solomon dan Oscar Gloukh.

Jika Gli Azzurri mampu memenangkan pertandingan ini maka mereka akan mengkudeta Israel di posisi kedua grup I, karena mereka berjarak tiga poin saat ini, tetapi Italia baru memainkan tiga pertandingan sementara The Blue and Whites sudah menjalani empat laga.

Berikut prediksi starting line-up timnas Italia asuhan Gattuso dengan formasi 4-3-3

Gianluigi Donnarumma (GK: Penjaga Gawang)

Donnarumma telah menjalani 75 pertandingan bersama Gli Azzurri sejak debut pada 2016 lalu. Kiper yang kini berseragam Manchester City ini telah mencatatkan 31 pertandingan clean sheet dengan kebobolan 66 kali.

Pada pertandingan melawan Estonia, kiper berusia 26 tahun ini sukses mecatatkan laga tanpa kebobolan lainnya dengan dua penyelamatannya, praktis karena Sinisargid tak bisa menyerang dan menembus pertahanan timnas Italia.

Giovanni Di Lorenzo (RB: Bek Kanan)

Bek kanan veteran berusia 32 tahun ini, tampil 90 menit saat Italia vs Estonia dengan penampilan gemilangnya. Di Lorenzo mencatatkan akurasi 100 persen akurasi umpan panjang, dengan enam kali umpannya masuk ke kotak penalti.

Pada pertandingan melawan Israel, kapten Napoli ini diperkirakan akan mengisi pos bek kanan. Pertarungan dan duel melawan Manor Salomon tak akan terhindarkan pada duel kali ini.

Alessandro Bastoni (CB: Bek Tengah)

Mencetak satu gol memanfaatkan sepak pojok Giacomo Raspadori, Bastoni akan kembali menjadi kunci di jantung pertahanan tim pimpinan Gattuso ini. Kontribusinya dalam membangun serangan sangat tampak di pertandingan melawan Estonia tersebut.

Akurasi umpannya mencapai 83 persen, cukup tinggi bagi seorang pemain berposisi sebagai bek tengah. Ia juga akan kembali diandalkan untuk membantu penyerangan Gli Azzurri membongkar pertahanan Israel.

Riccardo Calafiori (CB: Bek Tengah)

Tampil solid saat duet dengan Bastoni di posisi bek tengah, Calafiori menjadi pemain dengan umpan terbanyak 98 kali dan 117 sentuhan pada pertandingan sebelumnya, cara bermainnya tak lepas dari seperti apa yang ia tunjukkan bersama Arsenal saat berposisi sebagai bek sayap.

Pemain 23 tahun ini masih memiliki pamor lebih kuat untuk berada di starting line-up daripada Federico Gatti dan Gianluca Mancini yang belum mendapatkan kesempatan bermain di bawah asuhan Gattuso

Federico Dimarco (LB: Bek Kiri)

Bermain selama 66 menit pada pertandingan sebelumnya, Dimarco harus memperbaiki akurasi umpannya jika masih ingin menjadi pilihan di skuad timnas Italia. Ia digantikan Andrea Cambiaso yang bermain lebih baik darinya.

Tetapi dengan segudang pengalamannya, Federico Dimarco akan tetap menjadi andalan dalam pertandingan melawan Israel ini. Kecepatan dan caranya membaca permainan dapat menjadi nilai tambak untuk pemain 27 tahun ini membantu jantung pertahanan.

Nicolo Barella (CM: Gelandang Tengah)

Tetap menjadi motor serangan timnas Italia, Barella tampak tak akan tergantikan di skuad ini. Mencatatkan 15 progresi umpan ke kotak penalti, menunjukkan bahwa kreativitasnya sangat dibutuhkan untuk timnas Italia.

Namun, bisa saja pertandingan melawan Israel ini Barella tidak tampil 90 menit karena kemungkinan besa ria harus istirahat sebelum kembali berseragam Inter Milan mengarungi kompetisi Serie A dan Liga Champions pekan depan.

Manuel Locatelli (CM: Gelandang Tengah)

Hanya bermain 14 menit setelah menggantikan Sandro Tonali, Locatelli belum menunjukkan kontribusi yang signifikan untuk tim, tetapi jika ia dimainkan dari awal penyesuaiannya dengan pertandingan akan berbeda.

Telah mencatatkan 31 pertandingan berseragam Gli Azzurri sebenarnya Locatelli memiliki segudan pengalaman untuk menjadi poros tengah Italia. Caranya bertahan juga bisa diandalkan untuk meredam kreativitas wonderkid Israel, Oscar Gloukh dan Dor Peretz.

Sandro Tonali (CM: Gelandang Tengah)

Memenangkan 5 duel dari 6 perebutan bola dilini tengah menunjukkan bahwa Tonali tak hanya piawai dalam menyerang, melainkan gelandang Newcastle United ini juga bisa membantu pertahanan Italia.

Tonali juga menjadi pemain paling banyak dilanggar pada pertandingan melawan Estonia dan diprediksi akan kembali menjadi andalan saat duel sengit melawan Israel ini.

Matteo Politano (RW: Sayap Kanan)

Menyumbang satu asis untuk Gol Raspadori, Politano akan tampil sebagai pemilik tetap di sisi sayap kanan Gli Azzurri lewat penampilan gemilangnya. Meski usianya memasuki 32 tahun, tetapi kecepatannya belum menurun.

Efektivitasnya dalam membongkar pertahanan melalui kelebaran lapangan tak perlu diragukan lagi, ia akan melayani striker-striker tajam timnas Italia selama ia masih menjadi andalan.

Giacomo Raspadori (LW: Sayap Kiri)

Hanya tampil 23 menit di laga melawan Estonia, winger Atletico Madrid ini berhasil mencatatkan dua asis dan satu gol yang membuat namanya difavoritkan akan masuk ke susunan skuad Gattuso.

Tetapi pemain 25 tahun ini harus memperbaiki penyelesaian akhirnya, karena akurasi tembakannya ke gawang hanya mencapai 25 persen saja.

Mateo Retegui (ST: Striker)

Membukukan brace dan satu asis, membuatnya menjadi pemain terbaik di lapangan saat laga Italia vs Estonia. Retegui menunjukkan ke tajamannya ke seluruh antero Eropa meski kariernya kini berjalan di Liga Pro Saudi.

Jika Italia bermain dengan striker Tunggal, nama eks penyerang Atalanta ini masih menjadi favorit dibanding Moise Kean dan Pio Esposito yang belum menyumbang kontribusi signifikan untuk timnas Italia asuhan Gattuso.

 

 

EDITOR: Edy Pramana