← Beranda
Jelang Bentrok dengan Arsenal di Anfield, Arne Slot Dapat Peringatan dari Legenda Liverpool Soal ini!
Alvin Fahrizal BayyuniSenin, 1 September 2025 | 23.49 WIB
Pelatih Liverpool Arne Slot. (Instagram @arneslotreds)

JawaPos.com - Mantan bintang Liverpool, Steve McManaman, memberikan pandangannya soal persaingan gelar Premier League musim ini. Menurutnya, Arsenal adalah rival terbesar The Reds, bukan Manchester City maupun Chelsea.

Liverpool akan menghadapi Arsenal di Anfield pada Minggu (31/8) malam WIB. Laga ini disebut sebagai salah satu partai yang bisa menentukan arah persaingan juara musim 2025/2026.

McManaman menegaskan kepada Sports Mole bahwa situasi kali ini berbeda dibanding musim-musim sebelumnya.

 “Saya masih berpikir persaingan utamanya antara Liverpool dan Arsenal. City sedang membangun ulang skuadnya, mereka mendatangkan banyak pemain Januari lalu dan kembali belanja musim panas ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa City kehilangan sosok penting seperti Kevin De Bruyne, Rodri yang cedera, serta perubahan besar di posisi kiper dan bek kiri. 

“Itu butuh waktu. Mereka akan tetap kompetitif, tapi Liverpool dan Arsenal jauh lebih stabil,” katanya.

Chelsea, menurut McManaman, juga tidak bisa masuk hitungan utama dalam perburuan gelar. Ia menilai The Blues masih terlalu sering kehilangan poin. 

“Chelsea akan terlalu banyak bermain imbang, jadi saya kira perebutan gelar akan jadi milik Liverpool dan Arsenal,” ujarnya.

Liverpool sendiri datang ke laga ini dengan bekal enam poin dari dua pertandingan. Meski begitu, ada catatan penting: pertahanan mereka kebobolan empat gol dan selalu gagal menjaga keunggulan 2-0.

Melawan Bournemouth dan Newcastle, kelemahan lini belakang The Reds terlihat jelas terutama dalam mengantisipasi transisi cepat dan bola mati, dan hal inilah yang diperingatkannya kepada Slot.

“Jawaban sederhana adalah ya, mereka harus membaik. Liverpool perlu tampil lebih baik dari yang kita lihat melawan Bournemouth dan Newcastle. Mereka sangat rapuh,” ungkap McManaman.

Ia menyoroti kesalahan individu yang berujung pada gol lawan. Milos Kerkez dianggap berperan besar dalam terciptanya gol pertama Newcastle, sementara Ibrahima Konate memulai musim dengan performa yang jauh di bawah standar. Namun, ia tetap memberikan pujian pada Virgil van Dijk. 

“Saya pikir Van Dijk tampil luar biasa. Dia seperti tembok raksasa, terutama saat menghadapi Newcastle,” katanya.

Di sisi lain, Arsenal datang dengan skuad yang semakin komplet. The Gunners mendatangkan pemain-pemain top seperti Eberechi Eze, Viktor Gyokeres, dan Martin Zubimendi. Investasi besar itu dinilai McManaman bisa membuat tim asuhan Mikel Arteta semakin berbahaya.

“Kita sudah lihat Arsenal mencetak gol dari bola mati di Anfield sebelumnya. Mereka berinvestasi besar musim panas ini. Eze datang di menit terakhir, padahal sebenarnya tidak mendesak, tapi tetap mereka boyong. Mereka juga membawa Madueke, dan striker nomor sembilan yang mereka cari. Zubimendi pun masuk meski kehilangan Jorginho dan Partey. Arsenal berinvestasi dengan cerdas, jadi mereka ancaman besar,” tuturnya.

Musim lalu Arsenal finis di posisi kedua, hanya terpaut 10 poin dari Liverpool. Tiga musim beruntun mereka selalu menjadi runner-up. Maka, wajar jika The Gunners disebut sebagai kandidat terkuat untuk kembali berada di papan atas.

McManaman menilai pertandingan di Anfield nanti bisa menjadi tolok ukur awal, meski bukan penentu segalanya. 

“Liverpool harus tampil lebih baik dari dua laga sebelumnya. Mereka akan berkembang karena ada pemain baru, dan adaptasi pasti berjalan. Pertandingan Minggu ini bisa menjadi semacam tirai pembuka untuk melihat posisi kedua tim,” ucapnya.

Secara psikologis, kalah dari rival langsung di kandang sendiri jelas akan meninggalkan luka. Walau kompetisi masih panjang, hasil di Anfield bisa memengaruhi kepercayaan diri tim Slot dalam mempertahankan gelar.

“Dari sudut pandang Liverpool, semoga mereka menang. Ini laga besar, dan hasilnya akan memberi gambaran jelas soal siapa yang benar-benar siap bersaing musim ini,” pungkas McManaman.

EDITOR: Hendra