JawaPos.com - Liverpool harus gigit jari setelah kehilangan kesempatan mendatangkan bek muda potensial asal Prancis, Nathan Zeze. Pemain yang dijuluki sebagai 'The Next William Saliba' itu justru memilih bergabung dengan klub ambisius asal Arab Saudi, Neom FC, di tengah kebutuhan mendesak The Reds untuk memperkuat sektor pertahanan.
Padahal, Zeze sempat berada dalam radar Liverpool dan beberapa klub Premier League lainnya. Namun, bursa transfer memang kerap menghadirkan kejutan—dan dalam kasus ini, Neom FC berhasil menyalip raksasa Inggris demi merekrut talenta masa depan sepak bola Prancis.
Musim panas ini, Liverpool memang aktif di bursa transfer dan telah mengeluarkan dana besar untuk memperkuat skuad. Namun, satu area yang masih menjadi kekhawatiran utama adalah posisi bek tengah. Pelatih baru Arne Slot menilai posisi itu sebagai prioritas untuk segera diperkuat.
Tiga bek tengah utama mereka saat ini tengah menghadapi situasi yang tak ideal. Virgil van Dijk kini sudah memasuki usia veteran, Ibrahima Konate sedang berada di tahun terakhir kontraknya, dan Joe Gomez terus berkutat dengan masalah cedera.
"Situasi ini membuat lini belakang Liverpool dalam tekanan untuk segera mendapatkan tambahan tenaga baru," menurut laporan dari Sports Mole yang mengutip informasi dari sumber internal klub.
Nathan Zeze, yang baru berusia 20 tahun, dianggap sebagai solusi jangka panjang yang ideal. Ia dinilai memiliki gaya bermain mirip William Saliba dan telah menunjukkan kedewasaan bermain yang luar biasa saat memperkuat Nantes di Ligue 1.
Zeze Pilih Tantangan Baru di Timur Tengah
Meski diminati oleh sejumlah klub Inggris seperti Liverpool, Aston Villa, Everton, dan Bournemouth, Zeze justru membuat keputusan mengejutkan. Ia memilih bergabung dengan Neom FC, tim promosi di Liga Pro Arab Saudi yang berambisi masuk dalam jajaran elite Timur Tengah.
Bersama Neom, Zeze akan satu tim dengan nama-nama berpengalaman seperti kiper Marcin Bulka dan striker Alexandre Lacazette. Kehadiran ketiganya menjadi indikasi kuat bahwa Neom FC serius membangun kekuatan untuk bersaing di kasta tertinggi Liga Arab Saudi setelah menjuarai divisi dua musim lalu.
Zeze tercatat telah mengoleksi 35 penampilan bersama Nantes di level senior. Ia juga merupakan langganan tim nasional Prancis U-21. Keputusannya untuk pindah ke Neom dipandang sebagai pilihan mengejutkan namun strategis, mengingat proyek ambisius klub Timur Tengah itu.
"Liverpool bukan satu-satunya klub Inggris yang tertarik dengan Zeze, tapi Neom berhasil meyakinkan sang pemain dengan proyek jangka panjang yang menjanjikan," tulis laporan Sports Mole lebih lanjut.
Liverpool Terdesak Waktu dan Pilihan
Kegagalan merekrut Zeze membuat tekanan di kubu Liverpool semakin besar. Arne Slot, meski puas dengan aktivitas transfer sejauh ini, tetap menginginkan tambahan di posisi bek tengah. Terlebih, jadwal padat dan kompetisi domestik serta Eropa menuntut rotasi dan kedalaman skuad yang memadai.
Sejauh ini, Liverpool disebut-sebut mulai mengalihkan perhatian kepada bek Crystal Palace, Marc Guehi. Namun proses transfer itu juga tak berjalan mulus. Palace belum bersedia melepas pemain timnas Inggris itu, meski kontraknya hanya tersisa satu tahun.
"Marc Guehi jadi target realistis selanjutnya, tapi Palace masih belum menunjukkan sinyal ingin bernegosiasi," menurut laporan dari The Athletic.
Sementara itu, jika tak kunjung mendapatkan bek baru, Liverpool berpotensi mengandalkan pemain versatile seperti Wataru Endo atau bahkan Andrew Robertson untuk mengisi posisi bek tengah secara darurat. Solusi semacam ini jelas bukan opsi jangka panjang dan bisa berisiko tinggi ketika kompetisi berjalan ketat.
Dilema Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Liverpool kini berada dalam situasi genting. Di satu sisi, mereka ingin mempertahankan gelar juara Premier League yang diraih musim lalu. Di sisi lain, ketimpangan di lini belakang bisa menjadi titik lemah yang dimanfaatkan rival-rival mereka.
Dengan waktu yang semakin menipis, langkah Liverpool selanjutnya akan sangat krusial. Mereka bisa saja menunggu hingga mendekati tenggat waktu transfer untuk menekan klub-klub seperti Palace agar menurunkan harga. Namun strategi ini mengandung risiko besar jika ternyata pemain incaran mereka justru berpindah ke klub lain seperti halnya Zeze.
"Jika menunggu terlalu lama, Liverpool bisa kehabisan opsi dan harus puas dengan solusi darurat," imbuh laporan Sports Mole.
Arne Slot tentu tak ingin memulai musim dengan keraguan di sektor yang seharusnya paling kokoh dalam timnya. Maka dari itu, manuver cepat dan tepat dalam dua pekan ke depan menjadi kunci, jika mereka ingin tetap berada di jalur juara.
Kegagalan mendapatkan Nathan Zeze menjadi alarm nyata bagi Liverpool di musim panas ini. Meski belum krisis, sektor bek tengah sudah menunjukkan gejala rapuh, dan jika tidak segera ditambal, bisa menjadi bumerang di tengah musim.
Dengan kompetisi semakin kompetitif, The Reds harus menunjukkan keseriusannya bukan hanya dalam perburuan trofi, tapi juga dalam membangun tim dengan kedalaman dan kualitas merata. Kini semua mata tertuju ke Anfield, menanti apakah mereka bisa kembali bangkit setelah kehilangan salah satu target emasnya.