JawaPos.com - Pameran tunggal Goenawan Mohamad di Museum OHD, Kota Magelang, resmi dibuka hari ini. Mayoritas karya yang dipamerkan merupakan hasil goresan tangan GM (sapaan akrab Goenawan Mohamad) selama pandemi.
GM memamerkan 38 lukisan dengan pelbagai ukuran kanvas. Semuanya dibuat sejak 2018 hingga sekarang. Selain lukisan, ada juga sebuah objek instalasi, tujuh boneka Den Kisot dkk, satu video rekaman pertunjukan, satu video wawancara, dan 107 gambar di kertas.
Bagi GM, pameran ini spesial. Karena terlaksana di usianya yang sudah 80 tahun. Pameran tersebut wujud syukur atas perjalanannya sebagai perupa. Tak ada pesan khusus yang tersirat dalam setiap karya. Semua mengalir begitu saja. ”Melukis itu kesenangan, ya nggak pakai pesan. Kalau kamu senang berenang, kan berenang itu nggak pakai pesan,” tutur GM kemarin (22/10).
Target GM dalam pameran tersebut hanya satu. Karyanya disukai orang dan bisa dinikmati. Selain itu, GM bangga bisa berpameran di museum milik Oei Hong Djien tersebut. ”Menurut saya, museum seni rupa milik pribadi yang dikelola dengan bagus dan nonkomersial adalah sini,” pujinya.
Pria kelahiran 29 Juli 1941 itu merasa dirinya masih pendatang baru. Namun, dia menghabiskan banyak waktu untuk berkarya selama pandemi Covid-19. ”Karena selama Covid-19 saya hanya ke rumah dan ke studio. Malamnya juga nggambar. Selain itu, saya masih menulis,” ungkapnya.
Oei Hong Djien menyebut pameran GM itu sebagai wujud dari hubungan persahabatan yang lama terjalin. ”Saya terheran-heran lihat karyanya. Seperti bukan seniman pemula. Ini pasti sudah pelukis matang. Sejak itu saya ikuti terus,” jelasnya.