← Beranda
Sajak: Ada Api di Punggungnya
Fileski Tanjung WalidhaSenin, 6 Januari 2025 | 17.58 WIB
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

Ada Api di Punggungnya

 


Engkau menggendong waktu dengan senyum

merah dan hitam tak bisa mengusikmu

duka ada di punggungmu

api ada di panggungmu

anak kecil yang menangis

kemudian terdiam karena hangat sarangmu

rambut berbalut kain lusuh

doamu bertabur cemas gemuruh

 


Entah esok mendung atau cerah

tetaplah tersenyum merekah

esok adalah pergulatan doa dan waktu

sepasang mata anakmu itu

adalah harapan yang sabar menunggu

 


2024

 

 

 

 Baca Juga: Sajak: Kehangatan-Kehangatan yang Berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok

 

Memunguti Rumput Kemarau

 


Orang-orang memunguti harapan hidup

Alang-alang dan rumput diam terasingkan

ketika senja hampir terbenam

tiga orang bercengkerama

membicarakan matahari yang ditelan waktu

 


Pohon-pohon menyisakan bayangan

kicau burung mengabarkan kekeringan

tak ada hujan yang singgah

tak ada sungai dan impian

jauh dari kesombongan kota

 


Mereka berdoa agar langit berbaik hati

hidup sederhana

makan sehari sekali

tak pernah mengutuki nasibnya sendiri

bergembira walau menimang sepi.

 


2024

 

Perawan Penunggu Hujan

 


Ia perempuan yang melipat waktu

di kepalanya ada kain putih

dalam jiwanya ada kain merah

 


Kerudung pemberian lelakinya

yang pernah singgah menitipkan jiwa

ia masih membawa loyang berisi hujan

memasak untuk dia yang akan datang

membawa separuh bara api hidupnya

 


Hari ini sudah sore

yang ditunggu belum juga datang

perempuan yang masih melipat waktu

duduk termenung di bangku yang sama

ketika malam perpisahan tiba

 


Ia memegang tangannya

tak membiarkan lelaki lain mencumbunya

tatapan matanya meminjam masa depan

dari doa dan harapan

meski dari belakangnya diintai malam

 


2024

 


BIODATA

Fileski Tanjung Walidha adalah penulis, musikus, penyair, dan pendidik di bidang seni budaya yang tinggal di Madiun.

EDITOR: Ilham Safutra