JawaPos.com - Pendidikan dan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih berpolemik pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali meminta perdebatan itu disudahi.
Menurut dia, persoalan ini harus dilihat secara objektif dengan menghormati sistem pendidikan, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
“Masa sekolah di Singapura dan Australia kalah integritasnya sama Indonesia? Tentu bukan begitu cara melihatnya," ujar Ahmad Ali kepada wartawan pada Selasa (20/10).
Dia menuturkan, setiap negara memiliki sistem pendidikan dan standar akademik. Semua itu patut dihormati. Perbedaan bentuk dokumen pendidikan tidak serta-merta menjadi alasan untuk meragukan kualitas maupun kredibilitas pendidikan seseorang.
Ahmad Ali membeberkan, Gibran telah menempuh pendidikan di Singapura dan Australia hingga jenjang perguruan tinggi serta telah menyelesaikan pendidikan S-1. Pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan surat penyetaraan pendidikan melalui kementerian yang berwenang sejak 2019.
Baca Juga: Anggaran BNPB Dipangkas dan Dikorupsi, Penanganan Bencana Era 2 Tahun Prabowo-Gibran Makin Diuji
“Gibran bukan orang yang tidak berpendidikan. Ia telah menjalani proses pendidikan hingga perguruan tinggi di luar negeri. Negara kita pun memiliki mekanisme resmi untuk mengakui kesetaraan pendidikan tersebut," sambungnya.
Dia meminta segala yang perlu diklarifikasi dapat diselesaikan secara objektif melalui lembaga yang berwenang, bukan dengan asumsi.
Perbedaan sistem pendidikan antarnegara seharusnya dipahami sebagai bagian dari keberagaman standar akademik internasional, bukan dijadikan sumber polemik berkepanjangan.
“Kini tolong biarkan Gibran bekerja untuk Indonesia. Jangan abaikan perjalanan pendidikan yang telah ditempuhnya. Ia ingin mengabdi kepada negeri ini, hargai itu," ujar mantan politikus Partai Nasdem itu.
Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mata Uang Garuda Terbang Makin Rendah
Dia meminta publik memberikan kesempatan kepada Gibran untuk membuktikan tanggung jawab dan pengabdiannya melalui kerja nyata bagi rakyat Indonesia.