JawaPos.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melontarkan gurauan mengenai sikap politik dirinya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (18/9) malam.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Zulhas menyebut dirinya dan Bahlil tidak akan maju sebagai calon presiden. Sementara itu, dia mengatakan Cak Imin dinilai masih mempertimbangkan kemungkinan untuk maju.
"Pak Presiden, sebenarnya Gus Muhaimin, Pak Bahlil, kami sama, Pak, pendukung cita-cita Bapak Prabowo," kata Zulhas.
Ia kemudian membedakan sikap dirinya dan Bahlil dengan Cak Imin yang disebut masih mempertimbangkan peluang untuk maju dalam kontestasi Pilpres.
"Cuma bedanya sedikit, Pak Bahlil sama saya mungkin enggak nyapres. Kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir, Pak," ujar Zulhas.
Zulhas tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai candaan tersebut. Namun, dalam Pilpres 2024, Zulhas dan Bahlil diketahui berada di barisan pendukung Prabowo. Sementara Cak Imin saat itu maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan itu kemudian menyampaikan apresiasi kepada Prabowo yang disebutnya selalu hadir dalam berbagai kegiatan PAN dari waktu ke waktu.
"Kami keluarga besar PAN sangat senang Bapak Presiden bergembira karena Pak Presiden Prabowo tidak pernah absen di acara PAN. Dari dulu sampai sekarang. Kami ucapkan terima kasih Bapak. Wapres yang kami hormati, yang kami muliakan Bapak Gibran Rakabuming Raka. Terima kasih, Pak, atas kehadirannya," ucapnya.
Lebih lanjut, Zulhas menegaskan dukungan PAN terhadap Prabowo sebagai Presiden. Ia juga kembali menyampaikan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden.
"Sahabat kami, Ketua Umum Partai Golkar Saudara Bahlil Lahadalia. Pak Bahlil, jadi ketum ini berat juga ya. Ketum partai berat. Apalagi jadi Presiden, Pak. Ketum saja berat. Apalagi jadi Presiden. Jadi saya kira saya dan Pak Bahlil sepakat, Presiden biar Pak Prabowo saja ya, Pak. Cocok?" pungkasnya.