JawaPos.com - Kementerian Dalam Negeri memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Sampah harus dipilah sejak lingkunan rumah sebelum menuju tempat pembuangan akhir (TPA).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir mengatakan, program ini sebagai dukungan Kemendagri terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, Kemendagri membuat kegiatan Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah di lingkungan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri.
Dia mengatakan, persoalan sampah harus diselesaikan oleh seluruh pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk mengatasinya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad Tegaskan Izin Kewarganegaraan Ganda Sangat Terbatas dan Selektif
“Upaya untuk mengatasi persoalan ini telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk meneruskannya sampai ke tingkat masyarakat, bahkan sampai ke lingkungan rumah tangga,” ujar Tomsi, Sabtu (15/8).
Atas dasar itu, kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah harus diubah. Pemilahan perlu dijalankan sejak lingkungan rumah dan tempat tinggal.
Ia menilai sampah juga perlu dilihat sebagai sesuatu yang memiliki nilai manfaat apabila dikelola secara tepat. Sampah dapat diolah menjadi energi listrik, pelet, maupun berbagai produk lainnya.
“Jadi, apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar sebuah kegiatan seremonial. Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk mengubah kebiasaan dan budaya dalam mengelola sampah,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri Restuardy Daud mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI sekaligus tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri agar upaya menjaga kebersihan dimulai dari lingkungan masing-masing.
“Kita akan mulai dengan kegiatan aksi bersih-bersih. Pada dasarnya ini adalah semangat peringatan HUT RI ke-81, sekaligus untuk menggulirkan atau mendukung program Gerakan Indonesia ASRI: Aman, Sehat, Resik dan Indah yang digagas Bapak Presiden dan diamanahkan oleh Bapak Menteri kepada kita semua,” ujar Restuardy.
Dia memastikan, Kemendagri melakukan penbenahan di lingkungan internal. Namun, tetap memfasilitasi pemerintah daerah agar mampu memperkuat pengelolaan persampahan. Salah satunya melalui Local Service Delivery Project (LSDP) yang melibatkan 30 pemerintah daerah.
“Selain di lingkungan kita, kita juga diarahkan untuk memfasilitasi Pemerintah Daerah,” tandasnya.