JawaPos.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Arif Rahman resmi ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Petani Nasdem untuk masa bakti 2026–2029.
Dia dikukuhkan melalui penetapan Surat Keputusan (SK) DPP Partai NasDem Nomor 262-Kpts/DPP-NasDem/VIII/2026.
Usai menerima mandat, legislator asal Daerah Pemilihan Banten I tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, beserta seluruh jajaran pimpinan pusat atas kepercayaan yang diberikan.
Baca Juga: BGN Curigai 950 Dapur MBG Tak Higienis, Sudaryono Ancam Tutup Permanen!
"Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan kami jalankan dengan penuh dedikasi demi memperjuangkan kepentingan petani Indonesia," ujar Arif dalam keterangannya, Jumat (7/8).
Dia menekankan bahwa Petani Nasdem hadir untuk memperkuat suara dan kesejahteraan para petani melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi berkelanjutan, serta program pemberdayaan yang berdampak langsung di lapangan.
Solusi Menghadapi Tantangan Pertanian Modern
Arif menilai, tantangan di sektor pertanian masa kini kian kompleks. Diperlukan wadah penghubung yang solid antara petani, pemerintah, akademisi, hingga dunia usaha agar kebijakan yang lahir benar-benar tepat sasaran.
Baca Juga: Istana Bantah Isu Reshuffle: Kalau Perubahan Itu untuk Isi Jabatan Kosong
Menurut dia, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan bukan semata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
"Kami akan berjuang bersama petani Indonesia dalam mendukung program Pemerintah Republik Indonesia mewujudkan ketahanan pangan nasional," ujar anggota Komisi IV DPR RI tersebut.
"Ketika petani semakin sejahtera, maka ketahanan pangan nasional juga akan semakin kokoh. Karena itu, Petani Nasdem siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat kemajuan sektor pertanian Indonesia," tambah Arif.
Di bawah kepemimpinan periode 2026–2029, DPP Petani Nasdem berkomitmen menjadi organisasi yang adaptif, profesional, serta responsif terhadap dinamika di lapangan.
Langkah awal akan difokuskan pada penguatan sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya ekosistem pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.