← Beranda
Prabowo Akui Terima Aspirasi Anak Desa Lewat TikTok Pun Ditindaklanjuti
Muhammad RidwanSenin, 29 Juni 2026 | 03.10 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Youtube Setpres)

 

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, pemerintah tidak hanya mendengar masukan dari kalangan akademisi, tetapi juga dari masyarakat umum yang menyampaikan keluhan maupun gagasan melalui media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) yang dihadiri sekitar 2.600 peserta, terdiri dari rektor, guru besar, dan akademisi, di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6).

Dalam forum itu, Prabowo menerima sejumlah rekomendasi dan pertanyaan yang dirumuskan para peserta konvensi. Ia memastikan, seluruh masukan tersebut akan dipelajari secara serius sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan.

"Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu-satu akan saya perhatikan. Saudara-saudara, jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau apa, saya segera tindaklanjuti," tegas Prabowo.

Baca Juga: Hizbullah Menolak Perjanjian Israel-Lebanon Saat Serangan Israel Menghantam Wilayah Selatan

Ia menjelaskan, pemerintah harus memiliki keberanian untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Baginya, sebuah negara tidak akan berkembang jika menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi.

"Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi, dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," jelasnya.

Prabowo juga menyoroti peran kemajuan teknologi yang dinilainya mampu mempercepat penyampaian informasi dari berbagai daerah. Dengan dukungan media sosial dan teknologi digital, pemerintah dapat mengetahui persoalan yang terjadi di wilayah terpencil dalam waktu singkat sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat.

"Teknologi bisa membuat itu. Kesulitan di satu desa di Nias langsung dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat," ucapnya.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga memiliki dua sisi. Ia mencontohkan teknologi nuklir yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, tetapi juga memiliki potensi risiko apabila tidak dikelola secara bijak.

Karena itu, Prabowo berharap kalangan perguruan tinggi, khususnya para guru besar dan profesor, terus memperdalam kajian mengenai pemanfaatan teknologi agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan Indonesia.

"Jadi saudara-saudara, inilah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu," pungkasnya.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan