JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, khususnya bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
Ketua Umum Netra Bakti Indonesia, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur, menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut. Menurutnya, MBG merupakan kebijakan yang memiliki nilai kemanusiaan dan manfaat besar bagi masa depan generasi muda.
“MBG ini program sangat mulia. Saya pendukung MBG. Program ini pasti meroket," kata Gus Lilur, Jumat (29/5).
Gus Lilur menilai program itu menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak Indonesia melalui pemenuhan kebutuhan pangan yang sehat dan layak.
Baca Juga: Longsor di Lenteng Agung Jaksel: Jalan Raya Amblas, BPBD Sebut Berpotensi Melebar
“Anak-anak kita harus menerima makanan yang layak, sehat, berkualitas, dan disukai,” ujar Gus Lilur.
Ia juga mengaitkan pelaksanaan program MBG dengan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Al-Qur'an, khususnya Surat Al-Insan ayat 8, yang menekankan pentingnya memberikan makanan terbaik kepada mereka yang membutuhkan.
Menurut dia, prinsip tersebut harus menjadi dasar dalam menjaga kualitas program, termasuk memastikan anggaran makanan benar-benar dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan anak-anak penerima manfaat di sekolah.
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu menyatakan, skema anggaran MBG yang dipahami publik saat ini mencapai Rp 15.000 per porsi. Dari jumlah tersebut, Rp 5.000 dialokasikan untuk operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), sedangkan Rp 10.000 digunakan khusus untuk bahan makanan.
Ia menilai, alokasi tersebut sebenarnya sudah cukup untuk menyediakan menu makanan yang sehat, higienis, dan bergizi apabila dikelola secara optimal oleh pihak penyelenggara.
"Pengelola SPPG sudah mendapatkan ruang penghasilan yang cukup dari komponen operasional, jadi hak makan anak tidak boleh berkurang satu rupiah pun,” urainya.
Karena itu, dalam memperkuat keberlanjutan program, Gus Lilur juga mendorong pemerintah agar memperbesar keterlibatan negara secara langsung dalam pengelolaan MBG. Salah satu usulan yang disampaikannya ialah pembangunan dapur mandiri yang dikelola langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) guna mengurangi ketergantungan terhadap rantai bisnis pihak ketiga.
Baca Juga: Comeback I.O.I Hampir Gagal Total? Yoo Yeonjung Bongkar Cerita di Balik Reuni 10 Tahun
Ia pun mengusulkan, agar penyempurnaan sistem tersebut dimulai melalui proyek percontohan nasional di satu kabupaten atau kota di setiap provinsi. Model kemitraan antara sekolah dan BGN yang terbukti berhasil nantinya dapat diterapkan secara bertahap di berbagai daerah lain di Indonesia.
“Program ini sangat selaras dengan ajaran agama, amanat konstitusi, dan kebutuhan riil rakyat. Dengan menjaga kualitas pelaksanaannya di lapangan, kita optimis program ini akan menjadi warisan sejarah yang luar biasa dari Presiden Prabowo bagi masa depan anak-anak bangsa,” pungkasnya.