← Beranda
TPN Ganjar Mahfud Optimistis Raih 54 Persen Suara untuk Menang Satu Putaran
Muhammad RidwanJumat, 27 Oktober 2023 | 06.05 WIB
Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo Arsjad Rasjid didampingi Wakil Ketua Andika Perkasa dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers peresmian Media Center TPN Ganjar Presiden di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Min
 
JawaPos.com - Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Arsjad Rasjid mengaku optimistis, pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD bisa menang satu putaran pada Pilpres 2024. Karena itu, pihaknya menargetkan Ganjar-Mahfud mampu meraih 54 persen suara, pada pesta demokrasi 2024 mendatang.
 
"Sekarang sudah jelas ada tiga pasangan dan dengan demikian kami mulai berhitung kembali semuanya, pastinya dengan jelas sekarang tahu siapa saja yang menjadi kompetitor dari pada yang ada, nah dengan demikian kami melihat bahwa memang 54 persen, itu putaran pertama Insya allah kita ingin memenangkan itu," kata Arsjad Rasjid dalam acara konsolidasi TPN Ganjar-Mahfud dengan ratusan organisasi relawan di Senayan, Jakarta, Kamis (26/10) malam.
 
Arsjad menyatakan, pihaknya sudah melakukan mapping dan pemetaan dari kekuatan masing-masing pasangan capres-cawapres. Adapun ketiga capres-cawapres itu yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
 
Baca Juga: Sampaikan Strategi Pemenangan Ganjar Pranowo, Arsjad Rasjid: Pemilu Harus Asik dan Tenang
 
"Itu yang ingin kita fight sebagai bagian daripada tujuan kita untuk memastikan tadi Mas Ganjar dan Prof Mahfud bisa menjadi presiden Republik Indonesia," ucap Arsjad.
 
Baca Juga: Mulai Besok, Arsjad Rasjid Efektif jadi Ketua TPN Ganjar Pranowo
 
Arsjad mengakui, Pilpres 2024 merupakan pertempuran. Sehingga perlu kerja sama antara relawan dengan partai politik pengusung dalam memenangkan Ganjar Pranowo-Mahfud. 
 
Ia pun mengungkapkan, strategi tim pemenangan dimungkinkan akan berubah-ubah setiap minggu. Hal ini menyikapi situasi pertarungan yang juga berubah-ubah.
 
"Ini yang akan kita lihat dalam proses perubahan akan terus ada. Minggu per minggu, mungkin strategi akan berubah. Kenapa? Karena tadi petanya berubah-ubah. Karena tadi ada yang namanya kompetitor. Kayak perang, jedor sana, jedor sini. Tiba-tiba pasukan kirim sana, pasukan kirim sini," pungkas Arsjad.

 

EDITOR: Dimas Ryandi