JawaPos.com - Timnas Spanyol membuka peluang mengulang siklus kejayaan era generasi emas setelah menjuarai Piala Dunia 2026.
La Furia Roja yang dibesut Luis de la Fuente sukses melengkapi gelar Euro 2024 dengan trofi dunia kedua sepanjang sejarah. Sehingga berpotensi kembali merebut gelar Euro 2028 jika mampu menjaga konsistensi performa para pemain mudanya.
Keberhasilan menaklukkan Argentina pada final Piala Dunia 2026 menjadi penegasan kebangkitan Timnas Spanyol. Setelah sempat mengalami penurunan prestasi selama satu dekade, La Furia Roja kini kembali menjadi tolok ukur sepak bola dunia berkat fondasi pemain muda yang dibangun Luis de la Fuente.
Baca Juga: Timnas Spanyol Ukir Sejarah Manis! Juara Piala Dunia yang Paling Minim Kebobolan
Pencapaian tersebut memunculkan perbandingan menarik dengan era emas Timnas Spanyol pada 2008 hingga 2012. Saat itu, skuad yang dipimpin Iker Casillas mampu mendominasi sepak bola internasional melalui tiga turnamen besar secara beruntun.
Mengapa siklus juara Timnas Spanyol kembali terulang?
Kesamaan paling mencolok terlihat dari urutan keberhasilan Spanyol di dua periode berbeda. Pada era pertama, La Furia Roja menjuarai Euro 2008 bersama Luis Aragonés sebelum Vicente del Bosque membawa mereka menjadi juara Piala Dunia 2010 dan mempertahankan mahkota Euro pada 2012.
Kini pola yang hampir identik kembali muncul. Luis de la Fuente mengantar Timnas Spanyol menjadi kampiun Euro 2024, kemudian menyempurnakannya dengan gelar Piala Dunia 2026 yang menjadi trofi dunia kedua sepanjang sejarah negara tersebut.
Kesamaan itu membuat banyak pihak mulai berspekulasi mengenai peluang Spanyol pada Euro 2028. Jika mampu mempertahankan level permainan seperti saat ini, La Furia Roja berkesempatan mengulang pencapaian legendaris yang pernah mereka torehkan lebih dari satu dekade lalu.
Siklus keberhasilan tersebut menjadi bukti pentingnya kesinambungan proyek pembinaan pemain. Berbeda dengan banyak tim nasional yang mengandalkan regenerasi instan, Spanyol justru menuai hasil dari pengembangan pemain muda secara bertahap sejak level usia.
Luis de la Fuente sebut skuad ini generasi emas baru
Luis de la Fuente tidak menyembunyikan rasa bangganya setelah mengantarkan Timnas Spanyol menjadi juara dunia. Skuad saat ini memiliki kualitas teknik, karakter, dan kebersamaan yang membuat mereka layak disebut sebagai generasi emas baru.
"Saya sangat bangga dengan generasi pesepak bola ini. Mereka tumbuh dengan ide yang sama, setia terhadapnya, terus membuatnya menjadi lebih baik, dan memberikan contoh sebagai sebuah kelompok serta keluarga," ujar De la Fuente.
Dia juga menilai para pemainnya mempunyai kemampuan individu yang luar biasa, tetapi tetap mengutamakan kepentingan tim. Kombinasi kualitas dan mentalitas tersebut menjadi modal utama Spanyol kembali mendominasi kompetisi internasional.
"Mereka adalah pesepak bola yang bagus dan hebat, dengan talenta luar biasa. Saya merasa sangat bangga," lanjut pelatih yang mulai menangani Timnas Spanyol pada 2023 tersebut.
Pernyataan itu semakin mempertegas keyakinan De la Fuente terhadap masa depan timnya. Dengan mayoritas pemain masih berada pada usia produktif, peluang mempertahankan level permainan hingga Euro 2028 terbuka sangat lebar.
Hampir menyapu bersih semua gelar bersama generasi ini
Bagi De la Fuente, keberhasilan menjadi juara dunia bukan sekadar menambah koleksi trofi. Gelar tersebut menjadi puncak perjalanan panjang bersama kelompok pemain yang telah berkembang sejak level usia muda.
Pelatih asal Spanyol itu mengaku emosional ketika mengenang perjalanan yang telah dilalui bersama skuadnya. Menurut dia, para pemain berhasil memenangkan hampir semua kompetisi yang mereka ikuti selama beberapa tahun terakhir.
"Bagaimana perasaan saya? Saya sangat bersemangat. Ketika melihat kembali perjalanan ini dan memikirkan mereka, kami telah memenangkan segalanya, semuanya, bersama generasi pesepak bola ini," kata De la Fuente.
Ucapan tersebut menggambarkan betapa kuat hubungan antara pelatih dan pemain dalam skuad Timnas Spanyol saat ini. Kekompakan itu pula yang menjadi salah satu pembeda dibandingkan periode-periode sebelumnya ketika Spanyol kesulitan bersaing di turnamen besar.
Kepercayaan terhadap filosofi permainan yang sama sejak awal juga membuat proses adaptasi antarpemain berlangsung lebih cepat. Hasilnya terlihat dari konsistensi penampilan mereka sepanjang Euro 2024 hingga Piala Dunia 2026.
Euro 2028 menjadi target logis berikutnya
Gelar Piala Dunia 2026 membuat Spanyol resmi mengoleksi dua trofi dunia sepanjang sejarah. Prestasi tersebut sekaligus memberi hak bagi La Furia Roja menambahkan satu bintang lagi pada lambang tim nasional mereka.
Namun pencapaian itu tampaknya belum menjadi akhir dari ambisi skuad besutan Luis de la Fuente. Jika melihat pola keberhasilan era Luis Aragonés dan Vicente del Bosque, target berikutnya tentu mengarah pada Euro 2028.
Perbandingan dua era tersebut menunjukkan kemiripan yang menarik. Pada periode pertama, Spanyol meraih Euro 2008, Piala Dunia 2010, lalu Euro 2012. Kini mereka sudah mengoleksi Euro 2024 dan Piala Dunia 2026.
Artinya, hanya tersisa satu langkah lagi untuk menyamai rangkaian prestasi generasi emas terdahulu. Dengan fondasi pemain muda yang masih menjadi andalan serta kepercayaan penuh kepada Luis de la Fuente, peluang mengangkat trofi Euro 2028 bukan lagi sekadar angan-angan.
Baca Juga: Kiper Timnas Spanyol Unai Simon Raih Sarung Tangan Emas Piala Dunia 2026
Tantangan tentu akan makin berat karena para pesaing dipastikan datang dengan persiapan lebih matang. Namun jika mampu mempertahankan identitas permainan, kekompakan tim, serta proses regenerasi yang selama ini berjalan baik, Timnas Spanyol berpeluang menciptakan siklus juara baru yang akan dikenang sebagai salah satu era terbaik dalam sejarah sepak bola dunia.