← Beranda
Issa Diop Bungkam Keraguan Publik Maroko, Dari Ditolak karena Asal-usul Kini Jadi Pahlawan di Piala Dunia 2026
Andre Rizal HanafiRabu, 1 Juli 2026 | 05.55 WIB
Pemain Timnas Maroko Issa Diop. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Keputusan Issa Diop membela Timnas Maroko pada awal 2026 jelang piala dunia sempat memicu perdebatan panjang. Bek milik Fulham FC itu tidak langsung mendapat sambutan hangat dari seluruh publik, bahkan sebagian pendukung mempertanyakan alasan federasi memanggil pemain yang saat itu telah berusia 29 tahun.

Keraguan publik Maroko bukan tanpa alasan. Issa Diop sebelumnya dikenal sebagai pemain yang menimba karir internasional bersama seluruh kelompok umur Timnas Prancis, mulai dari U-16 hingga U-21.

Pada 2018, dia juga pernah mengungkapkan bahwa prioritasnya adalah membela Prancis apabila mendapat kesempatan di level senior. Pernyataan lama itu kembali diungkit ketika Diop memutuskan menerima panggilan Maroko. Banyak yang menilai sang bek baru beralih setelah peluang memperkuat Prancis semakin kecil.

Baca Juga: Pendukung Korea Selatan Geruduk Bandara Incheon, KFA dan Hong Myung-bo Jadi Sasaran Kemarahan Publik

Di luar persoalan tersebut, Diop juga menjadi sasaran komentar bernada rasis di media sosial. Latar belakang keluarganya ikut disorot karena dia lahir di Toulouse, Prancis, dari ayah berkebangsaan Senegal dan ibu berdarah Maroko.

Sebagian kecil pendukung bahkan beranggapan bahwa pemain yang layak membela Maroko hanyalah mereka yang memiliki garis keturunan Maroko dari pihak ayah. Pandangan itu memicu berbagai komentar negatif terhadap Diop setelah namanya diumumkan sebagai pemain baru Timnas Maroko.

Situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Beberapa pemain Maroko yang juga memiliki darah Senegal pernah mengalami perlakuan serupa, seperti Sofiane Diop, Amir Richardson, hingga Ryan Mmaee.

Baca Juga: Persija Mulai Era Baru Shin Tae-yong, Tiga Pemain Naturalisasi Terancam Tergusur dari Skuad Macan Kemayoran

Meski begitu, Diop memilih menjawab semuanya di atas lapangan. Debutnya bersama Maroko berjalan meyakinkan. Bek berpostur 1,94 meter itu langsung menjadi salah satu pilihan utama di lini belakang dan menunjukkan pengalaman yang dia kumpulkan selama berkarier di kompetisi elite Eropa bersama Toulouse, West Ham United, dan Fulham.

Puncaknya terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 saat Maroko menghadapi Belanda. Diop mencetak gol internasional pertamanya yang membawa Maroko menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Pertandingan kemudian berlanjut hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Maroko keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 dan memastikan tiket menuju perempat final.

Gol tersebut menjadi jawaban paling sempurna atas seluruh keraguan yang sempat mengiringi kedatangannya. Pemain yang sebelumnya dipertanyakan komitmennya kini justru tampil sebagai salah satu sosok penting dalam perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026.

Dalam waktu singkat, pandangan banyak pendukung mulai berubah. Diop yang semula dipenuhi kritik kini mendapat apresiasi berkat kontribusinya di lapangan.

Penampilannya membuktikan bahwa dedikasi terhadap tim nasional tidak semata ditentukan tempat lahir ataupun garis keturunan dari salah satu orang tua. Perjalanan Issa Diop bersama Maroko memang baru dimulai. Namun, kisahnya sudah menjadi bukti bahwa jawaban terbaik atas kritik bukanlah melalui perdebatan, melainkan lewat performa dan kontribusi nyata ketika tim benar-benar membutuhkan.

Baca Juga: Michael Olise Bikin Bayern Munchen Waswas, Real Madrid Siap Pecahkan Rekor Transfer

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah