JawaPos.com - Justin Kluivert menjadi salah satu sorotan usai gagal mengeksekusi penalti saat Timnas Belanda tersingkir dari Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Monterrey Stadium, Selasa (30/6).
Anak Patrick Kluivert itu gagal menjalankan tugas sebagai algojo, sedangkan kekalahan timnas Belanda memicu reaksi suporter Timnas Indonesia yang langsung menyerbu akun media sosial.
Bagaimana Justin Kluivert Gagal Menjadi Penentu Belanda?
Timnas Belanda sebenarnya sempat berada di atas angin setelah Cody Gakpo mencetak gol pembuka pada menit ke-72. Namun keunggulan itu sirna setelah Issa Diop menyamakan kedudukan pada menit ke-90+1 sehingga laga berlanjut hingga babak tambahan waktu.
Baca Juga: Rekam Jejak Ramadhan Sananta, Jagoan Baru Persebaya Surabaya Bikin Lini Depan Makin Solid
Pelatih Ronald Koeman kemudian memasukkan Justin Kluivert pada menit ke-113 menggantikan Cody Gakpo. Pergantian itu dilakukan untuk menambah kualitas eksekutor dalam babak adu penalti yang akhirnya menentukan nasib kedua tim.
Justin Kluivert mendapat giliran sebagai penendang kedua Belanda. Sayangnya, tendangannya membentur tiang kanan gawang yang dijaga Bono sehingga gagal menghasilkan gol.
Kegagalan Justin Kluivert memperbesar tekanan kepada Belanda karena sebelumnya Koopmeiners menjadi satu-satunya eksekutor yang berhasil mencetak gol. Wout Weghorst juga sukses menjalankan tugasnya, tetapi Justin Timber dan Crysencio Summerville ikut gagal mencetak gol.
Baca Juga: Momen Mengharukan Suporter Jepang Menangis usai Disingkirkan Timnas Brasil pada Piala Dunia 2026
Di kubu Maroko, N El Aynaouoi dan Achraf Hakimi memang gagal mengeksekusi penalti. Namun Rahimi, Talbi, dan Ismael Saibari berhasil mencetak gol sehingga Maroko menang 3-2 dalam adu penalti dan memastikan langkah ke babak berikutnya.
Reaksi Suporter Timnas Indonesia Jadi Sorotan
Tak lama setelah pertandingan berakhir, akun Instagram Justin Kluivert langsung dipenuhi komentar suporter Timnas Indonesia. Banyak warganet mengaitkan kegagalan Justin dengan sang ayah, Patrick Kluivert, yang sebelumnya gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Sejumlah suporter bahkan mengunggah stiker bergambar Patrick Kluivert di kolom komentar. Tulisan pada stiker tersebut berbunyi, Malu tuh kalau gue, sehingga menjadi salah satu komentar yang paling banyak menarik perhatian warganet.
Respons tersebut membuat nama Justin Kluivert kembali menjadi perbincangan di media sosial. Meski tidak berkaitan langsung dengan kiprahnya bersama klub, kegagalan penalti itu membuat putra Patrick Kluivert menjadi sasaran komentar dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Siapa Justin Kluivert?
Justin Kluivert memiliki nama lengkap Justin Dean Kluivert. Dia lahir di Zaandam, Belanda, pada 5 Mei 1999 dan merupakan putra pertama Patrick Kluivert serta cucu mantan pesepak bola Suriname, Kenneth Kluivert.
Pemain berusia 27 tahun tersebut memiliki tinggi badan 1,72 meter dan mampu menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya. Meski berposisi utama sebagai gelandang serang, Justin juga dikenal fleksibel mengisi beberapa posisi di lini depan.
Baca Juga: Kejutan! Dua Raksasa Eropa Tumbang dalam Hitungan Jam di 32 Besar Piala Dunia 2026
Justin memulai perjalanan sepak bolanya bersama ASV De Dijk sebelum bergabung dengan akademi Ajax Amsterdam pada 1 Juli 2007. Dari akademi itulah namanya mulai dikenal sebagai salah satu talenta muda terbaik Belanda.
Karir profesionalnya dimulai bersama Ajax Amsterdam pada musim 2016/2017. Penampilan impresif bersama klub asal Amsterdam itu membuatnya menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Perjalanan Karir Klub Justin Kluivert
Setelah meninggalkan Ajax Amsterdam, Justin Kluivert melanjutkan karier bersama AS Roma. Selama memperkuat klub Italia tersebut, dia mencatatkan 68 pertandingan dengan torehan sembilan gol dan 10 assist.
Baca Juga: Usia 39 Tahun, Lionel Messi Masih Tak Terbendung! 11 Rekor Piala Dunia Ini Jadi Bukti
Karirnya kemudian berlanjut melalui masa peminjaman ke RB Leipzig, OGC Nice, dan Valencia CF. Pengalaman bermain di Jerman, Prancis, dan Spanyol membuatnya semakin matang menghadapi persaingan di level tertinggi sepak bola Eropa.
Sejak 1 Juli 2023, Justin bergabung dengan AFC Bournemouth. Kontraknya bersama klub Liga Inggris itu berlaku hingga 30 Juni 2028. Bersama AFC Bournemouth, Justin sudah tampil dalam 96 pertandingan di semua kompetisi. Dia membukukan 24 gol, 10 assist, menerima 21 kartu kuning, serta mencatatkan total 5.725 menit bermain.
Musim terbaiknya bersama Bournemouth terjadi pada Premier League 2024/2025. Saat itu dia tampil dalam 34 pertandingan dengan koleksi 12 gol dan enam assist, sekaligus menjadi salah satu pemain paling produktif klub.
Pada musim 2025/2026, Justin telah memainkan enam pertandingan Premier League dan mencetak satu gol. Statistik tersebut menunjukkan dirinya masih menjadi bagian penting dalam skuad Bournemouth.
Selain memperkuat Bournemouth, nilai pasar Justin Kluivert juga tergolong tinggi. Berdasarkan pembaruan Mei 2025, nilai pasarnya mencapai sekitar Rp 608,36 miliar.
Karir Bersama Timnas Belanda
Justin Kluivert mulai memperkuat Timnas Belanda sejak level U-15 pada 2013. Dia kemudian menembus seluruh kelompok umur mulai U-16, U-17, U-18, U-19, U-21 hingga akhirnya masuk tim senior.
Bersama Timnas Belanda senior, Justin menjalani debut pada 26 Maret 2018. Hingga kini dia telah mencatatkan 10 penampilan bersama De Oranje.
Sementara bersama Timnas Belanda U-21, Justin tampil sebanyak 20 pertandingan dan mencetak lima gol. Dia juga sempat tampil pada lima pertandingan kualifikasi Piala Dunia, tiga laga UEFA Nations League, serta dua pertandingan persahabatan internasional.
Meski memiliki pengalaman cukup panjang bersama tim nasional, kegagalan penaltinya melawan Maroko menjadi salah satu momen paling berat dalam karier internasasionalnya. Kekalahan 2-3 pada babak adu penalti memastikan langkah Belanda di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih cepat.