← Beranda
Pelatih Irak Graham Arnold Ungkap Alasan Sepak Bola Asia Masih Tertinggal dari Tim-Tim Elite Dunia
Andre Rizal HanafiMinggu, 28 Juni 2026 | 18.39 WIB
Pelatih Irak, Graham Arnold. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, menilai sepak bola Asia masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar untuk bisa bersaing secara konsisten dengan negara-negara papan atas dunia. 

Menurutnya, perbedaan kualitas itu terlihat jelas ketika tim-tim Asia berhadapan dengan negara yang dihuni pemain-pemain dari kompetisi elite Eropa.

Arnold menyampaikan pandangannya setelah menghadapi Senegal dalam laga uji coba. Ia mengakui bahwa pertandingan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai jarak yang masih memisahkan tim-tim Asia dengan kekuatan sepak bola dunia.

Baca Juga: Iran Angkat Koper! Aljazair Tahan Austria 3-3, Lolos Bersama ke 32 Besar Piala Dunia 2026

"Kesenjangan antara Asia dan tim-tim papan atas dunia masih cukup besar. Saat menghadapi tim seperti Senegal, yang diperkuat pemain-pemain yang berkompetisi di level tertinggi, Anda akan menyadari adanya perbedaan tersebut," ujar Arnold.

Menurut pelatih asal Australia itu, kualitas individu pemain memang menjadi salah satu faktor penting. Namun, ia menilai akar persoalannya jauh lebih luas dibanding sekadar kemampuan pemain di lapangan.

Arnold menegaskan bahwa perkembangan sepak bola tidak bisa dilepaskan dari kualitas kompetisi domestik. Liga yang kompetitif akan membantu pemain berkembang, baik dari sisi teknik, mental, maupun pengalaman menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Marcelo Bielsa Akui Gagal Total Bersama Uruguay, Sebut Tak Meninggalkan Warisan Apa Pun

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang memadai. Kehadiran fasilitas latihan modern, stadion berkualitas, hingga sistem pembinaan usia muda yang terstruktur dinilai menjadi fondasi utama bagi kemajuan sepak bola suatu negara.

"Sepak bola Asia harus terus mengembangkan liga domestik, infrastruktur, dan tingkat kompetisinya, karena hal-hal itulah yang menjadi fondasi untuk membangun tim nasional yang lebih kuat," lanjut Arnold.

Pernyataan tersebut sejalan dengan perkembangan yang tengah dilakukan sejumlah negara Asia dalam beberapa tahun terakhir. 

Banyak federasi mulai berinvestasi pada akademi pemain muda, meningkatkan kualitas liga profesional, serta mendatangkan pelatih dan tenaga ahli dari luar negeri untuk mempercepat proses pembinaan.

Meski demikian, Arnold menilai perubahan tersebut membutuhkan waktu. Membangun ekosistem sepak bola yang sehat tidak bisa dilakukan hanya dalam satu atau dua musim. 

Diperlukan komitmen jangka panjang dari federasi, klub, hingga pemerintah agar perkembangan itu dapat berjalan berkesinambungan.

Baca Juga: Rusak Rekor Fontaine dan Jairzinho! Lionel Messi Pemain Pertama Cetak Gol dalam 7 Laga Piala Dunia Beruntun

Di sisi lain, sejumlah tim Asia memang mulai menunjukkan peningkatan prestasi di level internasional. 

Namun, Arnold mengingatkan bahwa untuk benar-benar mampu bersaing dengan negara-negara elite secara konsisten, peningkatan kualitas kompetisi domestik tetap harus menjadi prioritas utama.

Baginya, keberhasilan tim nasional tidak lahir secara instan. Prestasi di level internasional merupakan hasil dari pembinaan yang kuat, liga yang sehat, serta lingkungan sepak bola yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

EDITOR: Banu Adikara