← Beranda
Prediksi Babak Gugur Piala Dunia 2026: 3 Alasan Bosnia Bisa Menyulitkan Timnas Aerika Serikat
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 27 Juni 2026 | 01.32 WIB
Timnas Amerika Serikat wajib mewaspadai Bosnia & Herzegovina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (ig @usmnt)

 

JawaPos.com - Perjalanan timnas Amerika Serikat di fase grup Piala Dunia 2026 terbilang impresif. Tim asuhan Mauricio Pochettino amankan tiket ke babak 32 besar dan vakal meladeni tantangan Bosnia & Herzegovina.

Di atas kertas, timnas Amerika Serikat memang lebih difavoritkan di babak gugur piala dunia. Namun, Bosnia bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka sempat menahan Kanada dan bahkan mengejutkan Italia pada fase kualifikasi. 

Melansir Sports Illustrated, berikut tiga alasan mengapa Bosnia berpotensi membuat langkah timnas Amerika Serikat di piala dunia tidak mudah.

Baca Juga: Yuto Nagatomo Tulis Sejarah Baru di Piala Dunia 2026, Bukti Dedikasi 16 Tahun untuk Jepang

1. Unggul Fisik dengan Deretan Pemain Bertubuh Tinggi

Bosnia datang ke turnamen ini sebagai salah satu tim dengan rata-rata tinggi badan terbaik. Keunggulan fisik itu menjadi modal besar, terutama dalam duel udara.

Duet bek tengah Tarik Muharemovic dan Nikola Katic memiliki postur di atas 185 cm, sementara striker veteran Edin Dzeko menjulang dengan tinggi sekitar 193 cm. Bahkan bek Stjepan Radeljic yang tingginya mencapai sekitar 201 cm siap menjadi opsi jika dibutuhkan.

Sebaliknya, Amerika Serikat bukan tim yang mengandalkan kekuatan fisik. Rata-rata tinggi skuad mereka berada di kisaran 180 cm sehingga duel udara berpotensi menjadi titik lemah yang bisa dimanfaatkan Bosnia sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Spanyol vs Uruguay: Aymeric Laporte Targetkan Kemenangan

2. Sayap Cepat yang Bisa Merepotkan Pertahanan AS

Bosnia juga memiliki senjata berbahaya di sektor sayap. Esmir Bajraktarevic, pemain berusia 21 tahun yang lahir di Wisconsin, Amerika Serikat, menjadi salah satu ancaman utama. Setelah sempat memperkuat tim muda Amerika, dia memilih membela Bosnia dan kini menjadi salah satu motor serangan mereka berkat kecepatan dan kemampuan dribelnya.

Di sisi lain terdapat Kerim Alajbegovic yang baru berusia 18 tahun. Winger muda tersebut tampil produktif musim ini dan menunjukkan performa impresif dalam laga melawan Qatar dengan torehan satu gol serta enam dribel sukses.

Duel antara kedua winger Bosnia melawan Sergiño Dest dan Antonee Robinson diprediksi menjadi salah satu kunci pertandingan.

3. Bola Mati Jadi Senjata Mematikan

Jika ada satu aspek yang paling harus diwaspadai Amerika Serikat, maka itu adalah bola mati. Dengan banyak pemain bertubuh tinggi, Bosnia sangat berbahaya saat mendapatkan tendangan sudut maupun tendangan bebas. Mereka telah beberapa kali menciptakan peluang melalui skema tersebut sepanjang turnamen.

Data performa mereka juga menunjukkan efektivitas yang cukup tinggi. Bosnia menghasilkan sekitar 0,45 expected goals (xG) dari situasi bola mati, angka yang menegaskan bahwa skema ini menjadi bagian penting dari strategi mereka.

Artinya, Amerika Serikat harus sangat disiplin agar tidak terlalu sering memberikan tendangan bebas di area berbahaya maupun sepak pojok. Sedikit saja kehilangan konsentrasi, Bosnia bisa menghukum mereka lewat duel udara.

Baca Juga: Curacao Akhiri Perjalanan di Piala Dunia 2026, Tangis Haru Warnai Debut Bersejarah Mereka

Di atas kertas, kualitas individu dan kedalaman skuad membuat Amerika Serikat tetap lebih diunggulkan untuk melaju ke babak berikutnya. Namun Bosnia memiliki identitas permainan yang jelas: kuat secara fisik, cepat di sisi sayap, dan sangat berbahaya dalam situasi bola mati.

Jika timnas Amerika Serikat gagal mengantisipasi tiga kekuatan tersebut, bukan tidak mungkin Bosnia menciptakan salah satu kejutan terbesar di babak gugur Piala Dunia 2026.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah