← Beranda
Carlo Ancelotti Sebut Timnas Brasil Tampil Gugup saat Ditahan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
M Shofyan Dwi Kurniawan• Selasa, 16 Juni 2026 | 03.29 WIB
Pelatih Carlo Ancelotti yakin timnas Brasil akan tampil lebih baik pada pertandingan piala dunia selanjutnya. (ig @mrancelotti) 

 

JawaPos.com - Brasil gagal memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pembuka Grup C di Stadion MetLife.

Timnas Brasil berhasil terhindar dari kekalahan dari Maroko di piala dunia berkat gol indah Vinicius Junior pada menit ke-32. Pelatih Carlo Ancelotti mengakui Selecao tampil jauh dari performa terbaiknya, terutama sepanjang babak pertama.

Melansir Deadspin, menurut pelatih asal Italia tersebut, tekanan di panggung Piala Dunia membuat para pemain timnas Brasil terlihat tegang.

Baca Juga: Kata-Kata Erick Thohir usai DPR Setujui Rekomendasi Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker

"Saya rasa tim agak gugup di awal pertandingan. Ketegangan terasa di mana-mana. Kami tidak banyak menguasai bola. Di babak kedua permainan jauh lebih baik, tetapi tetap sulit, dan saya yakin tim akan bermain lebih baik di pertandingan berikutnya," kata Ancelotti.

Gol Vinicius Menjadi Penyelamat Brasil

Maroko tampil lebih meyakinkan pada awal pertandingan dan sukses membuat Brasil kesulitan mengembangkan permainan. Selecao bahkan sempat tertinggal sebelum Vinicius Junior muncul sebagai penyelamat.

Bintang Real Madrid itu mencetak gol spektakuler yang mengubah jalannya pertandingan dan memastikan Brasil membawa pulang satu poin. Meski demikian, Vinicius juga mengakui bahwa performa timnya masih belum memuaskan.

Baca Juga: Rating Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior Jadi Penyelamat Selecao

"Kita harus menguasai bola. Kita harus bergerak lebih baik. Tapi saya rasa tidak banyak yang bisa dikatakan sekarang. Saya pikir kita benar-benar harus meningkatkan performa," ujar dia.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa para pemain Brasil sadar masih memiliki banyak pekerjaan rumah jika ingin bersaing memperebutkan gelar juara dunia keenam.

Pergantian Pemain Ancelotti Membawa Perubahan

Penampilan Brasil mulai membaik setelah jeda. Ancelotti mengambil keputusan penting dengan menarik keluar Casemiro dan Roger Ibanez, kemudian memasukkan Fabinho serta Danilo. Pergantian itu membuat Selecao tampil lebih tenang dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan di babak kedua.

Namun, ketika ditanya apakah dirinya terlambat melakukan perubahan, Ancelotti tampak sedikit kesal.

"Ada dua pergantian pemain pada menit ke-45 dan satu lagi pada menit ke-61. Apakah kalian mengerti maksud saya? Dua pergantian pemain pada menit ke-45 dan satu lagi pada menit ke-61.Saya rasa kita tidak membuang waktu dalam hal pergantian pemain," tandas Ancelotti.

Pelatih berusia 67 tahun itu juga enggan menyalahkan Casemiro maupun Ibanez secara individu.

Baca Juga: Empat Kisah Besar yang Mengiringi Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026

"Mereka adalah pemain-pemain bagus. Saya pikir saya membuat pilihan yang tepat, dan saya tidak akan menerima kritik apa pun tentang pemain-pemain individu yang memulai pertandingan," tutur dia.

"Saya pikir kritik ditujukan kepada seluruh tim yang tidak bermain bagus selama babak pertama," imbuh dia.

Jadwal Selanjutnya Lebih Bersahabat

Terlepas dari hasil yang kurang memuaskan, Brasil masih memiliki alasan untuk optimistis. Maroko memang dianggap sebagai lawan terberat mereka di Grup C. Singa Atlas datang ke turnamen dengan status peringkat ketujuh dunia FIFA, hanya terpaut satu posisi dari Brasil yang berada di urutan keenam.

Baca Juga: Pelatih Tanjung Verde Tegaskan Timnya Tak Gentar Hadapi Timnas Spanyol di Debut Piala Dunia 

Sementara itu, dua lawan berikutnya memiliki peringkat yang jauh lebih rendah. Skotlandia menempati posisi ke-37 dunia, sedangkan Haiti berada di peringkat ke-84.

Fakta tersebut membuat peluang Selecao untuk lolos ke babak gugur masih sangat terbuka. Namun, jika ingin menjaga mimpi "Rumo ao Hexa" tetap hidup, Ancelotti tahu satu hal yang pasti: Brasil harus segera menghilangkan rasa gugup dan menunjukkan kualitas sesungguhnya sebelum terlambat.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah