← Beranda
Penonton Tak Perlu Kuatir, Selama Piala Dunia U-17 Shuttle Bus Surabaya Beroperasi Hingga Pukul 23.00 WIB
Ardha Ihsan Asy'AriRabu, 8 November 2023 | 21.54 WIB
Bus shuttle gratis untuk Piala Dunia U-17 siap beroperasi hingga pukul 23.00./Radar Surabaya/Suryanto

JawaPos.com - Pemkot Surabaya berkomitmen mendukung penuh turnamen Piala Dunia U-17 yang mulai digelar pada 10 November mendatang.

Salah satu bentuk dukungan pemkot adalah dalam bidang transportasi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan menambah jam operasional transportasi publik bus shuttle.

Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, kesiapan unit shuttle bus sudah matang.

Sebanyak 110 armada akan digunakan untuk mengangkut penonton yang akan ke stadion Gelora Bung Tomo (GBT)

"Berlaku setiap pertandingan yang berlangsung (di GBT)," ujarnya Selasa (7/11) seperti dikutip dari Radar Surabaya.

Dishub Kota Surabaya juga berencana menambah jam operasional, khususnya saat kepulangan penonton seusai pertandingan.

"Kita minta armada shuttle bus sudah standby di stadion pukul 21.00 WIB dan beroperasi sampai penonton habis, perkiraannya sampai 23.00," ucapnya.

Rencananya, operasional shuttle bus itu akan dimulai pukul 12.00 WIB.
Semua armada sudah siap di enam titik penjemputan.

Ia berharap, jumlah armada yang disediakan mampu mengcover antusiasme penonton.

"Mereka tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara peserta Piala Dunia," ujar Tundjung.

Dia memastikan, rencana penambahan jam operasional ini sudah diperhitungkan secara matang.

Selain itu, Tundjung juga menyatakan tidak ada pengalihan rute angkutan massal.

Ia merekomendasikan warga yang menonton ke stadion GBT untuk menggunakan armada yang sudah ada karena kendaraan pribadi dilarang masuk ke area stadion.

"Pakailah shuttle bus yang sudah disediakan karena kendaraan pribadi tidak dibolehkan masuk ke sana," ungkapnya.

Ia melanjutkan pihaknya akan berupaya memperpendek waktu tunggu. Namun hal itu juga tergantung kondisi di lapangan. Semakin dekat dengan GBT, maka waktu tunggunya juga semakin singkat.

"Kalau di Tambak Oso Wilangun itu paling pendek 20 menit. Kita upayakan penjemputan yang lain juga sama. Tapi kalau kondisi armada belum penuh, otomatis menunggu full dulu baru berangkat," kata Tundjung.

Ia menambahkan pihaknya juga sudah memperhitungkan kapasitas parkir di titik penjemputan agar tidak berpotensi muncul parkir liar.

Pihaknya menjamin kapasitas parkir di titik penjemputan bisa menampung ratusan bahkan ribuan kendaraan.

Misalnya kapasitas parkir di Terminal Benowo mampu menampung 1.000 kendaraan roda dua.

Sedangkan kapasitas di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) adalah 292 unit roda dua dan 413 roda empat.

Kapasitas parkir terbesar adalah di area terminal Tambak Oso Wilangun yang bisa menampung lebih dari dua ribu kendaraan.

"Kapasitas Tambak Oso Wilangun bisa menampung 2.100 unit roda dua dan 1.000 roda empat. Kita harapkan penonton banyak yang berangkat dari sini. Selain luas, waktu tunggunya cepat," pungkasnya.

Titik penjemputan lainnya adalah PKB Tandes yang berkapasitas 1.000 roda dua dan 500 roda empat.

Kemudian, Ciputra World yang mampu menampung roda dua dan empat masing-masing 2.000 unit.

Sedangkan Balai Kota Surabaya berkapasitas 918 roda dua dan 438 roda empat.

EDITOR: Hanny Suwindari