JawaPos.com - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima penghargaan sebagai Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik dalam ajang Grand Baznas Awards 2026 di Jakarta.
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta Ahmad Tholabi menyampaikan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun literasi zakat melalui pendidikan dan pengembangan keilmuan.
Selain itu, UIN Jakarta mendorong pemanfaatan hasil riset untuk mendukung pengelolaan zakat yang efektif dan berdampak. Karena itu, sinergi antara UIN Jakarta, Baznas, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.
Baca Juga: 86 Persen Belanja Perusahaan ke Mitra Lokal, Petani hingga Pekerja Ikut Rasakan Manfaat
”Kami memandang zakat bukan hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan memberdayakan masyarakat,” ujar Ahmad Tholabi dilansir dari Antara.
Menurut dia, apresiasi tersebut sebagai pelecut motivasi bagi kampus.
Dia menegaskan, UIN Jakarta memposisikan zakat bukan sekadar instrumen penggugur kewajiban beragama.
Baca Juga: Belajar Matematika dan IPA, Ajak Murid SD Belajar Langsung di Lab
Menurut dia, kampus punya peran krusial dalam membangun literasi zakat melalui jalur pendidikan. Sekaligus, perguruan tinggi dituntut menelurkan hasil-hasil riset yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan tata kelola zakat yang efektif dan membumi.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terpilih bersama empat perguruan tinggi lain seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan UIN Mahmud Yunus Batu Sangkar.
Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar menambahkan, zakat memiliki potensi strategis yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan, memperkuat kemandirian ekonomi, dan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.
”Kami berharap zakat tidak hanya menjadi instrumen penghimpunan dan penyaluran dana, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan memperluas kesempatan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan,” tutur Asep.
Rektor Asep berharap sinergi antara perguruan tinggi dan Baznas dapat terus dikembangkan melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, potensi akademik dan keilmuan perguruan tinggi dapat mendukung pengembangan program zakat yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat luas.
Baca Juga: Bonus Demografi 2030, Wamenkes Ungkap Risiko Pengangguran Masal jika SDM Tak Sehat
”Kami ingin agar dukungan terhadap zakat semakin kuat, baik melalui peningkatan literasi zakat di kalangan sivitas akademika maupun pengembangan kolaborasi yang menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang terukur dan berkelanjutan,” tandas Asep.
Sementara itu, Ketua Baznas Sodik Mudjahid menjelaskan, penganugerahan ini melibatkan 20 kriteria penilaian dari berbagai unsur pemangku kepentingan.
Langkah ini merupakan wujud nyata lembaganya dalam membangun ekosistem zakat yang produktif dan kolaboratif di tanah air.
Baca Juga: Minat Investasi Mahasiswa Tinggi, Literasi Keuangan Jadi Kunci Hindari Risiko
Sodik memaparkan, lembaganya saat ini mengusung lima orientasi utama. Yakni, menjadikan Baznas sebagai lembaga yang diingat, dipercaya, dijangkau, dicintai, dan dibanggakan publik.
”Orientasi ini diarahkan untuk memperkuat trust publik dan memperluas akses pembayaran. Sekaligus menghadirkan solusi konkret, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan, tertimpa bencana, hingga terbelit tekanan utang,” tutur Sodik.