← Beranda
Regenerasi Petani Jadi Sorotan, UIN Jakarta Tekankan 5 Pilar Ekosistem Pertanian
Ryandi Zahdomo• Jumat, 25 September 2026 | 02.46 WIB
Seminar Nasional GANTARI 2026 memperingati Hari Tani Nasional ke-66 di Auditorium Harun Nasution, UIN Jakarta, Kamis (24/9). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Forum Regenerasi Pemuda sebagai Penggerak Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia menyoroti sinergi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

Target swasembada pangan yang dipatok pemerintah berhasil direalisasikan jauh lebih cepat dari tenggat awal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, capaian tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam waktu satu tahun, dari target awal yang diberikan Presiden selama empat tahun.

Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan Beras, Suahasil: Menodai Swasembada Pangan Indonesia

Keberhasilan ini mengemuka dalam Seminar Nasional GANTARI 2026 memperingati Hari Tani Nasional ke-66 di Auditorium Harun Nasution, UIN Jakarta, Kamis (24/9).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, keberhasilan ini diimbangi dengan perbaikan kesejahteraan para petani di lapangan.

Nilai Tukar Petani (NTP) per Agustus 2026 mencatatkan angka sebesar 129,19, berdampingan dengan apresiasi internasional berupa penghargaan dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Baca Juga: Polri Percepat Swasembada Bawang Putih, Tanam 279 Hektare Serentak di 14 Polda

Cadangan beras nasional yang solid saat ini dinilai mampu memperkuat daya tahan Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis maupun ketidakpastian iklim.

"Presiden minta empat tahun swasembada, tapi satu tahun sudah tercapai," ujar Amran, Kamis (24/9).

Amran juga menegaskan komitmen penegakan hukum di internal kementeriannya, dengan menindak tegas 102 oknum yang terlibat tindak pidana korupsi demi menjaga efisiensi sektor ini.

Peran Bulog dan Ketahanan Logistik

Dari sisi penyerapan hasil panen, Perum Bulog mengoptimalkan infrastruktur dengan mengoperasikan 1.686 unit gudang, termasuk fasilitas pengolahan beras, jagung, dan gudang kedelai, dengan total kapasitas 4,16 juta ton.

Direktur Pengadaan Bulog Prihasto Setyanto memaparkan, target penyerapan beras pada 2026 dinaikkan menjadi 4 juta ton setelah realisasi tahun 2025 menembus 3,191 juta ton.

Hingga saat ini, volume penyerapan telah mencapai 3,989 juta ton.

Baca Juga: Prabowo Pidato Swasembada Pangan, Komeng: Kamboja-Thailand Perang Kita Nggak Perlu Impor

"Proyeksi kita bisa mencapai 4,3 juta ton pada akhir tahun. Dengan penyerapan ini, petani mendapat kepastian harga," kata Prihasto.

Tantangan Lahan dan Regenerasi Petani

Meski mencatatkan tren positif, Guru Besar Agribisnis UIN Jakarta Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha mengingatkan adanya tantangan struktural yang menghadang.

Beberapa di antaranya meliputi alih fungsi lahan produktif, rendahnya minat generasi muda, perubahan iklim, dan kesenjangan logistik antarpulau.

Baca Juga: Hari Tani Nasional, Dari Energi Terbarukan, Tumbuh Pangan dan Kemandirian Petani

Prof. Achmad menawarkan solusi berupa lima pilar ekosistem pertanian. Yakni reformasi lahan dan agraria, pengembangan SDM dan regenerasi, penguatan teknologi, pembenahan kelembagaan dan pembiayaan, serta optimalisasi pasar dan hilirisasi.

"Pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan hak asasi manusia sekaligus prasyarat mutlak ketahanan nasional," tegas Prof. Achmad.

Dia menambahkan bahwa modal pertumbuhan produksi harus diubah menjadi ketahanan pangan yang nyata hingga tingkat rumah tangga di seluruh pelosok negeri.

Baca Juga: 72 Persen Penduduk Indonesia Bakal Tinggal di Kota, Ketahanan Pangan Bangsa dalam Ancaman

Perspektif keamanan nasional turut dipaparkan Kepala Staf Komando Armada Republik Indonesia Laksamana Muda TNI Heri Triwibowo.

Dia menegaskan, ketergantungan pangan pada pihak luar merupakan bentuk kerentanan strategis bagi sebuah negara.

"Sebuah bangsa dengan kekuatan militer, ekonomi, dan teknologi yang besar tetap rentan jika pangannya bergantung pada pihak lain," ujar Heri.

Guna mengantisipasi gangguan rantai pasok dan dinamika global, TNI AL mengamankan jalur pelayaran laut secara ketat untuk menjamin kelancaran distribusi logistik pangan antarwilayah di Nusantara.

Baca Juga: BP BUMN Apresiasi BULOG Jaga Ketahanan Pangan Nasional

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah