JawaPos.com - Sejumlah akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menerima dana riset unggulan dari Mora Air Fund 2026, pendanaan riset kolaborasi Kemenag dengan LPDP.
Para dosen itu di antaranya Prof. Dr. Ibnu Qizam. M.Si, Rizqon Halal syah Aji, PhD, Yoghi Citra Pratama, Ph.D dan Dr. Asyari Hasan.
Mereka mengusung tema riset Inklusi Keuangan Syariah untuk Mendukung Kebijakan yang Lebih Tepat Sasaran.
Baca Juga: IQ Rata-rata Orang Indonesia 89,96, Peringkat 126 dari 137 Negara
Riset yang berjudul The Antecedens and the consequences of Sharia Financial inclution in Indonesia, Malysia and Turky: Development of It Based-Economic-Value and Socio-Religiousity Indices for Empowering Ummah.
”Riset lintas negara itu bertujuan mengkaji inklusi keuangan syariah secara menyeluruh. Baik dari sisi faktor-faktor yang mendorongnya. Maupun dampaknya terhadap masyarakat,” ujar Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, dalam keterangan tertulis.
”Dengan membandingkan Indonesia, Malaysia, dan Turki, penelitian itu diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan, peluang, dan praktik terbaik dalam memperluas akses. Serta pemanfaatan layanan keuangan syariah," tambah dia.
Baca Juga: Problem Kesehatan Mental Masih Besar di Papua Barat, Konselor Sebaya Digiatkan
Menurut Ibnu Qizam, kajian itu juga menelaah nilai ekonomi dan perubahan perilaku sosial-keagamaan, yang berkaitan dengan peningkatan inklusi keuangan syariah.
”Termasuk dalam pengambilan keputusan keuangan, partisipasi sosial, religiositas, dan kualitas hidup,” terang Prof. Ibnu.
Luaran yang diharapkan meliputi pengembangan tiga instrumen pengukuran. Yaitu indeks inklusi keuangan syariah yang lebih komprehensif (MSSFII), indeks nilai ekonomi inklusi keuangan syariah (EVISFI), dan indeks perubahan perilaku sosial-keagamaan (SRISFI).
”Ketiga indeks itu akan diintegrasikan ke dalam aplikasi komputer, yang dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan memetakan sasaran, menyusun anggaran, melakukan analisis biaya-manfaat. Serta merancang program pemberdayaan umat yang lebih terukur dan tepat sasaran,” ucap Ibnu Qizam.
Pada akhirnya, hasil riset itu diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi kebijakan. Yang mendorong kesejahteraan ekonomi, penguatan sosial-keagamaan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.