← Beranda
Revitalisasi SMPN 16 Medan Selesai, Mendikasmen Pastikan Kegiatan Belajar Sudah Normal
Sabik Aji TaufanSelasa, 15 September 2026 | 20.12 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti meninjau SMP Negeri 16 Medan. (Kemendikdasmen)

 

JawaPos.com - Revitalisasi SMP Negeri 16 Medan telah selesai. Sekolah yang sempat terdampak banjir 1 meter itu kini bisa menjalankan proses belajar mengajar seperti sediakala.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti sudah melihat langsung kondisi SMP Negeri 16 Medan. Dia memastikan sarana sekolah sudah normal seluruhnya. 

“Pembangunan revitalisasi sekolah yang terdampak banjir ini selesai pada waktunya, bulan Agustus. Sehingga semua kegiatan pembelajaran sekarang sudah berlangsung 100 persen, tidak perlu ada lagi yang melalui pembelajaran daring,” ujar Mu’ti di Medan, Sumatera Utara, Selasa (15/9).

Dia menuturkan, pemulihan lokasi terdampak bencana tidak hanya difokuskan pada perbaikan sarana. Kemendikdasmen juga akan memperhatikan keamanan dan kenyamanan para guru dan siswa.

Baca Juga: MUI Tegur Keras Karnaval Maulid Pekalongan yang Tampilkan Ritual Satanic

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 16 Medan, Taripar Rudi Sihaloho mengungkapkan, pekerjaan revitalisasi dimulai pada April 2026 dan seluruh pengerjaan bangunan telah selesai pada Agustus 2026. 

“Revitalisasi dimulai dari bulan April 2026 dan pada bulan Agustus 2026 kemarin sudah selesai. Sebelumnya area sekolah ini rendah, sehingga dilakukan penimbunan dan ditinggikan supaya ke depan kalau ada hujan lebat tidak terkena banjir lagi,” kata Taripar.

Guru PKN UPT SMP Negeri 16 Medan, Patar Saputra Sihombing menambahkan, banjir yang melanda pada September 2025 menjadi ujian berat bagi sekolah. Pasalnya bencana merusak banyak fasilitas sekolah.

“Awal mula terjadi banjir pada bulan September tahun lalu, tinggi air hampir lebih dari satu meter terendam banjir, jadi banyak yang terdampak. Kebetulan pada hari itu hari libur, sehingga banyak barang-barang yang terkena banjir dan hanya beberapa yang bisa diselamatkan,” kata ucap Patar.

Setelah revitalisasi, Patar perubahan paling terasa bagi guru adalah munculnya rasa aman ketika hujan turun. Sebelum revitalisasi, hujan deras kerap menimbulkan kekhawatiran karena sekolah berpotensi kembali terendam. 

“Perubahan dampak yang mengajar itu memang terasa. Sebelum kami mendapat revitalisasi, ada rasa ketakutan karena setiap hujan sekolah kami pasti akan banjir. Dengan adanya revitalisasi ini, kami merasa sangat nyaman, tidak ada lagi rasa ketakutan ketika hujan. Kami tetap menjalankan proses pembelajaran dengan baik,” pungkasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan