JawaPos.com - Keluarga besar Universitas Airlangga (Unair) berduka atas berpulangnya salah satu dosen terbaik kampus tersebut, Airlangga Pribadi Kusman pada Rabu (9/9).
Ketua Program Studi S2 Ilmu Politik FISIP Unair itu meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Rektor Unair, Prof Muhammad Madyan menyampaikan belasungkawa dan turut kehilangan, atas berpulangnya sosok yang dikenal sebagai ilmuwan pembela nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial itu
Menurut dia, Angga, sapaan Airlangga Pribadi, adalah figur dosen yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Rekam Jejak Airlangga Pribadi, Pengamat Politik Unair yang Wafat di RSPAD
“Angga adalah termasuk dosen yang berdedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas sebagai dosen di Universitas Airlangga,” ungkapnya.
Airlangga lahir di Jombang pada 23 November 1976. Dia tumbuh menjadi pribadi yang tekun dan haus akan ilmu pengetahuan.
Kecintaannya pada studi sosial-politik membawanya menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktor (Doctor of Philosophy in Politics) dari Murdoch University, Australia pada tahun 2016.
Sekembalinya ke tanah air, ia mencurahkan kepakarannya di Departemen Politik FISIP Unair.
Sebagai akademisi, dia tidak hanya bertugas mengajar, almarhum dikenal tajam dan konsisten dalam membedah dinamika politik di Indonesia.
Baca Juga: Dosen dan Pakar Politik Unair Airlangga Pribadi Kusman Berpulang di Jakarta
Pandangan-pandangannya sering kali menjadi rujukan penting di berbagai media massa nasional, forum ilmiah, dan diskusi publik.
Dia merupakan merupakan figur akademisi yang tak ragu menyuarakan kepakarannya demi keberlangsungan demokrasi Indonesia.
Kepergian Airlangga Pribadi Kusman bukan hanya kehilangan bagi Unair, melainkan juga bagi panggung intelektual Indonesia.
Pemikiran, karya ilmiah, dan semangat kritis yang ia warisan akan terus menjadi penerang bagi generasi setelahnya.
Prof Madyan mendoakan agar almarhum diampuni segala kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Baca Juga: Profil Airlangga Pribadi Kusman, Pembedah Dinamika Demokrasi Indonesia
"Selamat jalan, Pak Angga. Dedikasi dan pemikiranmu akan senantiasa abadi dalam ingatan," tandas Prof Madyan.