JawaPos.com – Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Indonesia pada 2025 masuk kategori menengah. Berdasarkan survei TGM masyarakat pada 2025 yang dirilis Perpustakaan Nasional, angka literasi masyarakat Indonesia ada di angka 54,80. Angka tersebut dalam sistem perangkingan masuk dalam kategori sedang.
Untuk menaikkan TGM maka proses literasi sejak dini sangat dibutuhkan. Penanaman kebiasaan membaca masyarakat masih perlu terus didorong melalui berbagai pendekatan.
Persoalan literasi menjadi semakin penting ketika dikaitkan dengan anak-anak. Membaca tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami teks. Melaoinkan juga berperan dalam memperluas wawasan, membentuk cara berpikir, dan membangun karakter sejak dini.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menaikkan literasi pada anak adalah menghadirkan aktivitas membaca sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan. Buku cerita dan dongeng misalnya bisa menjadi pintu masuk kepada literasi anak-anak.
Penelitian Mancone dkk. (2024) dalam jurnal Frontiers in Education menemukan bahwa edukasi literasi keuangan bagi anak paling efektif jika disampaikan melalui pengalaman langsung yang menyenangkan. Tentunya literasi ini melibatkan pendampingan orang dewasa.
Kegiatan sosial yang mempertemukan aktivitas literasi dengan kepedulian terhadap lingkungan adalah salah satu contohnya. Beberapa waktu lalu, program Pilah Sampah dan Belanja Bareng Yatim bersama Dompet Dhuafa menghadirkan kesempatan bagi anak-anak yatim di Jakarta untuk lebih dekat dengan dunia literasi. Mereka mendapat pengalaman membaca bersama relawan, menikmati dongeng di sesi storytelling, dan kemudian mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah.
Dalam sesi storytelling, anak-anak diperkenalkan dengan nilai-nilai dasar pengelolaan uang. Seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya berbagi.
Chief Customer and Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama mengatakan sejak dini penanaman kesadaran menjaga lingkungan sangat penting. "Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa langkah sederhana seperti memilah sampah dapat berkembang menjadi dukungan bagi pendidikan anak-anak. Bahkan lebih dari itu, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan minat baca, kebiasaan belajar, dan semangat meraih cita-cita sejak usia dini," kata Vivin dikutip Selasa (8/9).
Dengan TGM Indonesia yang masih berada di angka 54,80 atau kategori sedang, penguatan budaya baca membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Dorongan sejak usia dini menjadi salah satu bagian penting agar aktivitas membaca tidak sekadar menjadi kewajiban, tetapi berkembang menjadi kebiasaan.
"Kami percaya bahwa setiap buku yang dibaca, setiap cerita yang didengar, dan setiap kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi bekal berharga bagi masa depan anak-anak Indonesia. Inilah semangat yang ingin terus kami hadirkan mewujudkan janji untuk melindungi dan mendampingi keluarga Indonesia, dimulai dari langkah-langkah kecil yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan," tutup Vivin.