JawaPos.com – Pembelajaran berbasis pengalaman memberikan perspektif sendiri bagi mahasiswa yang menjalaninya. Hal itu mahasiswa mengalami langsung dinamika lingkungan kerja sebelum menyelesaikan pendidikan.
Melalui program Living Lab yang dibuat Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) tersebut universitas menyiapkan lulusan agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri dan dunia profesional.
Pendekatan Living Lab diterapkan melalui kolaborasi dengan lebih dari 20 anak usaha yang dinaungi Pembangunan Jaya. Mahasiswa dapat menjalani magang hingga praktik kerja secara langsung di perusahaan mitra. Selain itu, praktisi dari Pembangunan Jaya juga dilibatkan dalam proses pembelajaran di kampus.
Rektor UPJ Prof Elisabeth Rukmini mengatakan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Pengalaman yang didapat mahasiswa selama proses belajar harus bisa menjadi bagian dari solusi di masyarakat," katanya usai acara wisuda pada Sabtu (5/9).
Menurut Elisabeth, Living Lab juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk melanjutkan karier di perusahaan tempat mereka menjalani program. Mahasiswa dengan performa baik selama magang berkesempatan direkrut menjadi karyawan setelah menyelesaikan pendidikannya.
"Kami ingin mahasiswa kami menjadi bagian dari solusi karena di masa depan ada tantangan lain. Di UPJ, Living Lab ini melibatkan 20 lebih anak usaha Pembangunan Jaya yang menjadi tempat magang, internship dan berpraktek di sana. Bisa juga praktisi Pembangunan Jaya datang ke UPJ untuk mengajar. Mahasiswa yang selesai magang yang prestasinya baik bisa diterima sebagai karyawan," ungkap Elisabeth Rukmini.
Selain pengalaman kerja, UPJ membekali mahasiswa dengan sertifikasi keterampilan sebelum lulus. Sertifikasi tersebut mencakup kemampuan di bidang kecerdasan buatan (AI) maupun kompetensi lain yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing mahasiswa.
Penerapan Living Lab turut terlihat dalam pengalaman para lulusan UPJ. Pada tahun akademik 2024/2025, dari 652 mahasiswa yang mengikuti wisuda, sebanyak 202 orang tercatat telah memperoleh pekerjaan sebelum prosesi wisuda berlangsung.
Salah satu lulusan yang merasakan langsung pengalaman tersebut adalah Gracela Valencia, mahasiswa asal Pontianak dari Program Studi Psikologi. Dalam wisuda ke-12 UPJ, Gracela dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,81 setelah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun.
Gracela juga menjadi salah satu mahasiswa yang mengikuti program magang. Ia mengakui pengalaman tersebut memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam mengatur waktu antara kewajiban akademik dan pekerjaan."Jadi ini sangat challenging (menantang)," ungkapnya.
Elisabeth menjelaskan, Living Lab dirancang agar mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di kelas melalui berbagai kegiatan nyata. Proses tersebut mencakup magang, proyek industri, kerja profesi, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai mitra.
Penerapan konsep tersebut menjadi bagian dari rangkaian Wisuda ke-12 UPJ yang diikuti 700 mahasiswa dari 11 program studi. Prosesi wisuda digelar di Ecovention Hall, Ancol, Jakarta, Sabtu (5/9), bertepatan dengan Dies Natalis ke-15 UPJ yang mengusung tema "Journey Towards Excellence."