← Beranda
Mahasiswa NTT Dapat Bantuan Pemprov DIJ: Keluarga Mengungsi Setiap Malam
Ryandi ZahdomoKamis, 20 Agustus 2026 | 23.10 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyerahkan bantuan kepada mahasiswa korban terdampak gempa NTT di Bangsal Kepatihan, Rabu (19/8/2026). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

JawaPos.com - Pemprov DIJ menyalurkan bantuan pangan dan dukungan logistik bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. 

Bantuan ini untuk meringankan beban para mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana gempa bumi di NTT. 

Salah satu mahasiswa jurusan Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta asal NTT, Cornelisiano Ligi Longa, mengapresiasi bantuan dari Pemprov DIJ itu. 

Bantuan tersebut dinilai meringankan beban ekonomi keluarganya yang sedang memulihkan diri pascabencana.

Baca Juga: Viral Korban Gempa NTT Dapat Bantuan Telur 10 Butir hingga Beras 15 Kg untuk 30 KK

Dia menuturkan, Setiap malam keluarganya di NTT harus mengungsi untuk memastikan mereka terlindungi saat tidur.

Maka tidak mungkin dirinya berharap sokongan biaya hidup di Jogja dari keluarganya.

Sejauh ini, secara bertahap bantuan bagi para warga korban gempa NTT sudah mulai masuk.

Meski demikian, Cornelisiano menyoroti pentingnya pemerataan distribusi bantuan hingga ke wilayah pelosok. 

"Bantuan sudah tersalurkan, tapi mungkin di desa-desa terpencil aksesnya susah," ungkapnya, dikutip dari Radar Jogja (JawaPos Group), Kamis (20/8).

Baca Juga: Wapres Gibran Ajak Mahasiswa UI ke NTT, Tengok Korban Gempa

Bayang-Bayang Gempa Susulan di Kabupaten Ende

Cornelisiano menceritakan, kondisi rumah keluarganya di Kabupaten Ende, NTT, mengalami kerusakan yang cukup parah akibat guncangan gempa. 

Kendati struktur bangunan membutuhkan perbaikan signifikan, ia bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat.

Situasi di daerah asal hingga kini belum sepenuhnya stabil lantaran ancaman gempa susulan yang masih terus terjadi.

Kondisi tersebut memaksa warga setempat menerapkan pola bertahan hidup yang ekstra waspada.

Pada siang hari, keluarga Cornelisiano biasanya kembali ke rumah untuk beraktivitas.

Baca Juga: Kemenkes Bangun RS Lapangan di Ruteng NTT, Ada Ruang Operasi Darurat untuk Korban Gempa

Namun saat malam tiba, mereka memilih mengungsi demi menghindari risiko reruntuhan akibat gempa susulan yang masih mengintai.

"Kemarin gempa terakhir jam tiga pagi, RT setempat membangun posko agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," terangnya.

Tradisi Solidaritas dan Dorongan Kelonggaran Biaya Kuliah

Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa aksi tanggap bencana bagi pelajar perantau telah menjadi tradisi di Yogyakarta.

Langkah solidaritas ini bertujuan memastikan para mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan mereka di tengah situasi krisis.

"Seperti mahasiswa terdampak bencana di Aceh, Papua, NTT, beberapa tahun lalu lebih dari 600 mahasiswa kita bantu," ujar HB X.

Baca Juga: Wapres Gibran Berangkat ke NTT, Libatkan Mahasiswa UI untuk Bantu Trauma Healing Korban

Sementara itu, Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti melaporkan bahwa mahasiswa mendapat bantuan pangan yang dikelola melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY.

Bantuan itu mencakup komoditas beras sebanyak 405 kilogram per bulan, telur, serta bahan pendamping makanan lainnya.

"Itu nanti beras 405 kilogram per bulan," paparnya.

Tidak hanya bantuan logistik harian, Pemprov DIY juga telah menyurat seluruh rektor perguruan tinggi di DIY agar memberikan kelonggaran biaya pendidikan bagi mahasiswa terdampak gempa NTT.

Skema teknis dan kebijakan kelonggaran ini diserahkan kepada pertimbangan masing-masing kampus.

Baca Juga: 253 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT, Proses Distribusi Lewat Jalur Udara, Laut, dan Darat

Kirim Bantuan Rp1 Miliar dan Bantuan Kesehatan

Di samping fasilitasi bagi mahasiswa perantauan di Jogja, Pemprov DIY mengalokasikan bantuan dana senilai Rp1 miliar yang ditransfer langsung ke Pemda NTT, guna menunjang operasional penanganan penanggulangan bencana di daerah.

"Bantuan tidak diserahkan melalui seremonial tapi nanti akan ada mock-up," tutur Indrayanti.

Sektor kesehatan turut menjadi fokus penyaluran. Bantuan obat-obatan dan perbekalan kesehatan senilai Rp 38 juta disiapkan melalui kolaborasi Dinas Kesehatan DIY dan BPBD DIY.

Meliputi parasetamol, multivitamin, ibuprofen, cairan infus, sarung tangan medis, hingga masker.

Dukungan finansial bertambah lewat donasi sektor jasa keuangan sebesar Rp 97 juta yang dihimpun bersama oleh Bank Indonesia, OJK, FKIJK, serta BMPD DIY. Seluruh dana terkumpul disalurkan melalui Baznas.

Baca Juga: Bencana Alam NTT: AHY Tegaskan Evakuasi dan Buka Akses Jalan jadi Prioritas Utama!

Pemprov DIY memastikan aksi penggalangan donasi 'Peduli NTT' masih terus dibuka dan melibatkan seluruh jajaran ASN, BUMD, serta elemen pendukung Pemprov DIY.

EDITOR: Bayu Putra