JawaPos.com - Tim Marching Band B3ST Kids asal TKK 3 PENABUR kembali menorehkan prestasi. Mereka membawa pulang puluhan piala kemenangan di dua ajang perlombaan Festival Olahraga Marching Band pada 17 Mei 2026 dan Marching in Harmony pada 24 Mei 2026 di Bogor.
Sebanyak 42 personel anak usia dini menjadi Juara Umum di Festival Olahraga Marching Band dan mempertahankan Piala Bergilir Gubernur Jawa Barat pada tahun lalu serta Piala Tetap Wali Kota Bogor. Keberhasilan tersebut tentunya berkat kerja sama antara guru dan orang tua di balik layar yang memberikan dukungan penuh kepada setiap personel, sehingga dapat tampil memukau di lapangan kompetisi.
"Kami melakukan persiapan selama sembilan bulan. Tahapannya dimulai dari pengenalan alat, latihan dasar ritme dan gerakan, latihan konsentrasi, pembentukan formasi, hingga latihan kekompakan tim. Semua dilakukan secara bertahap dan dibuat menyenangkan supaya anak-anak tetap menikmati prosesnya,” ujar Inge Pudjiastuti, Kepala TKK 3 PENABUR.
Baca Juga: Prabowo Instruksikan Siswa Belajar Bahasa Prancis hingga Portugis, P2G: Basa-basi Diplomasi
Inge mengungkapkan dukungan besar setiap orang tua kepada para siswa yang tergabung dalam tim Marching Band B3ST Kids.
"Dukungan orang tua luar biasa besar. Orang tua membantu menjaga semangat anak, memastikan anak hadir latihan, menjaga kesehatan dan stamina, serta terus memberikan dukungan positif di rumah. Kami bersyukur karena sekolah dan orang tua dapat berjalan bersama sebagai satu tim demi perkembangan anak-anak,” tutur Inge.
Inge juga membeberkan tantangan dalam melatih personil yang notabene masih usia dini dan duduk di kelas TKB.
"Tentu ada tantangan karena anak-anak masih usia PAUD. Fokus mereka masih pendek dan suasana hati bisa berubah dengan cepat. Oleh karena itu, kami tidak menggunakan cara yang menekan anak. Kami lebih banyak memakai pendekatan bermain sambil belajar, memberikan apresiasi kecil, membangun suasana latihan yang hangat, dan mengajarkan anak untuk saling menyemangati. Kami juga terus menanamkan karakter Be Tough supaya anak belajar tidak mudah menyerah saat latihan terasa sulit,” ungkap Inge.
Hasilnya, dengan langkah tegap penuh percaya diri sambil mengenakan kostum megah, tim B3ST Kids bergegas memasuki lapangan kompetisi. Berperan sebagai field commander, colour guard, melody, snare drum, bass drum, bells, cymbal, dan mayoret, setiap personel bersiap di posisi masing-masing.
Field commander memberikan aba-aba untuk memulai lagu yang telah dipersiapkan dengan tema Dolanan. Yakni macam-macam permainan tradisional anak Indonesia, berjudul Padang Bulan, Ular Naga, Tokecang, dan Cublak-Cublak Suweng.
Ezekiel Cornelis Aorim Hutapea, siswa TKK 3 PENABUR yang menjadi salah satu personel B3ST Kids memberikan pendapat usai tampil.
"Aku bermain banyak alat musik perkusi secara berganti-gantian tadi, ada Marimba, Xylophone, hand tom, bombass, gong, dan masih banyak lagi. Aku berlatih bersama guru pelatih di sekolah dan Papa Mama di rumah selama 8 bulan lamanya. Senang bisa tampil bersama teman-teman walaupun sempat nervous di awal," ujar Ezekiel tersenyum.
Ezekiel memang gemar bermain alat musik dan mahir memainkan electone, keyboard, dan electric drum. Dia juga suka mengeksplorasi dengan mencoba alat musik baru.
Baca Juga: Mendikdasmen Akui Masih Ada Perundungan di Sekolah, Kelompok Ini Paling Rentan
"Kalau di rumah aku sudah bisa sendiri karena sudah latihan sama guru pelatih dan Miss di sekolah. Jadi, Papa biasanya bantu aku untuk mengontrol tempo dan tuts nada pada alat musik yang aku mainkan, sedangkan Mama membantu dengan menyemangatiku agar tetap fokus dan tampil percaya diri saat tampil," cerita Ezekiel.
Ekstrakurikuluer Marching Band TKK 3 PENABUR
TKK 3 PENABUR terus menggali setiap potensi siswa, salah satunya melalui ekstrakurikuler Marching Band yang sudah berdiri sejak 2008.
"Ekstrakurikuler Marching Band menjadi kegiatan favorit sekaligus unggulan di TKK 3 PENABUR. Tahun ke tahun semakin banyak siswa yang antusias untuk bergabung dalam ekstrakurikuler ini. Mereka begitu semangat ketika datang latihan dan bersukacita ketika bisa tampil bersama teman-teman. Setiap siswa juga menikmati proses bermain musik, bergerak bersama, hingga berani tampil percaya diri dihadapan banyak orang," jelas Inge.
Baca Juga: Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dalami Dugaan Pemalsuan Riset 'Demi Jalan-jalan Gratis' ke Denmark
Tim Marching Band TKK 3 PENABUR yang dinamakan B3ST Kids ini telah memborong banyak piala kemenangan dari tahun ke tahun lewat kompetisi bergengsi yang diikuti.
“Tujuan lainnya dari ekstrakurikuler Marching Band adalah menjadi sarana pembentukan karakter BEST siswa, yaitu Be Tough, Excel Worldwide, Share with Society, dan Trust in God," sambung Inge.
Inge berharap lewat ekstrakurikuler Marching Band di TKK 3 PENABUR setiap siswa dapat menjadi pribadi yang disiplin, fokus, mau bekerja sama dengan teman, bertanggung jawab, dan pantang menyerah.
Baca Juga: Orang Tua Mulai Prioritaskan Kampus Berbasis AI demi Masa Depan Karier Anak