← Beranda
Lowongan 8.000 Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Cek Ketentuannya
Ryandi ZahdomoSelasa, 26 Mei 2026 | 22.35 WIB
Pemerintah resmi menghadirkan 166 Sekolah Rakyat di berbagai penjuru Indonesia. (Dok. Komdigi)

 

 

JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) membawa kabar gembira bagi para pencari kerja dan guru pendidikan di tanah air. Tahun ini, Kemensos resmi mengumumkan rencana rekrutmen besar-besaran yang mencakup lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan untuk menyokong ekosistem Sekolah Rakyat yang kini tengah bertransisi menjadi permanen.

Langkah ini sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur fisik dan digital di puluhan titik sekolah di berbagai daerah. Dengan target menjaring lebih dari 32.000 siswa baru, rekrutmen ini diharapkan mampu memutus rantai ketimpangan kualitas pendidikan di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Suasana ruang rapat di kantor Kemensos, Jakarta, pada Selasa (26/5) tampak berbeda dari biasanya. Rapat koordinasi ini mempertemukan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Peta sebaran wilayah dan cetak biru bangunan digital terpampang di layar utama, menandai babak baru Sekolah Rakyat.

Gus Ipul yang didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi gedung-gedung sekolah baru yang sedang dikebut pembangunannya.

"Tahun ini kita insya Allah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan. Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32.000 untuk tahun ini," jelas Gus Ipul, Selasa (26/5).

Langkah rekrutmen ini berjalan beriringan dengan target penyelesaian pembangunan 93 titik gedung Sekolah Rakyat permanen Tahap II. Pemerintah menargetkan seluruh bangunan fisik ini rampung pada Juni mendatang agar bisa langsung digunakan pada tahun ajaran baru di bulan Juli 2026.

"Target penyelesaian pembangunan pada 93 titik pembangunan gedung Sekolah Rakyat, nanti akan disampaikan langsung, yang semuanya telah diusahakan, didukung, di-support oleh Pak Menteri PU untuk dilakukan percepatan, agar bulan Juli bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran tahun 2026/2027," tambah Gus Ipul.

Selain mengejar target fisik, Sekolah Rakyat masa depan ini dipastikan tidak akan gagap teknologi. Kemensos telah menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk langsung memasang jaringan internet cepat dan menyiapkan infrastruktur pembelajaran digital sejak hari pertama sekolah dibuka.

"Infrastruktur pembelajaran digital, instalasi sambungan internetnya maupun juga hal-hal lain yang terkait dengan pembelajaran digital itu,” kata Gus Ipul, merinci kerja samanya dengan Komdigi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, tidak menampik adanya tantangan berat di lapangan. Dari total 93 titik tersebut, ia secara terbuka mengakui ada 5 titik yang masih berada dalam 'zona merah' akibat kendala arus kas (cashflow) kontraktor dan keterbatasan SDM lokal. Namun, ia berkomitmen penuh untuk turun langsung mengurai sumbatan tersebut.

"Harapan saya sih, dari 93 (titik) itu minimum sekali, 88 itu benar-benar sudah selesai, kalau bisa 93 selesai," tegas Dody.

Untuk memastikan transisi di tingkat daerah berjalan mulus tanpa hambatan birokrasi, Kantor Staf Presiden (KSP) juga turun tangan guna memperkuat sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tempat Sekolah Rakyat ini berdiri.

Pembangunan ini dipastikan tidak berhenti di bulan Juli. Kementerian PU menjadwalkan pembangunan Tahap III A (7 titik) dan Tahap III B (11 titik) selesai pada Desember 2026. Sementara untuk Tahap III C yang mencakup 89 titik ditargetkan rampung paling lambat Juni 2027.

Baca Juga: Kawal Langsung Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Lapangan, Menteri PU: Biar Cepat Selesai

"Harapan kami sih 89 (titik) ini, bisa urusan lahannya dan readiness kriterianya bisa segera selesai, dan kita bisa langsung tender, dan kalau yang 89 ini targetnya paling lambat di awal Juni 2027 bisa selesai," imbuh Dody. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan