JawaPos.com-Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) resmi melantik Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., Sp.OG., Subsp. Urogin-RE sebagai dekan periode 2025–2030. Ia tercatat sebagai dekan perempuan pertama sepanjang sejarah FK Unair. Pelantikan ini bertepatan dengan pembukaan rangkaian Dies Natalis ke-71 FK Unair, Senin (29/9).
Tahun ini, Dies Natalis mengusung tema “Fit for Life: The Science of Sport Medicine” dengan semangat “Caring Without Limits: Airlangga’s Medical Excellence”. Rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga pertengahan Desember 2025.
“Biasanya tema Dies Natalis identik dengan penyakit dan kuratif. Tahun ini berbeda, kita lebih menekankan pada pencegahan dan bagaimana menjaga kesehatan sesuai dengan visi-misi universitas,” ujar Prof. Eighty dalam sambutannya.
Rangkaian Kegiatan
Sejumlah agenda akan memeriahkan peringatan Dies Natalis. Mulai dari pengabdian masyarakat oleh perwakilan tiap angkatan dan alumni, seminar kesehatan sesuai tema sport medicine, defile alumni, hingga Sound of Doctor, sebuah pertunjukan seni yang digelar oleh civitas akademika FK Unair.
Selain itu, juga akan digelar Medic Carnival Run, sebuah ajang lari bersama yang berbeda dengan Medic R Run yang selama ini diikuti para pelari profesional. “Kalau yang ini lebih fun run. Jaraknya mulai 2,5 kilometer sampai 10 kilometer, jadi bisa diikuti oleh semua kalangan, dari muda hingga tua,” jelas Prof. Eighty.
Kegiatan pengabdian masyarakat juga dikemas dengan beragam aktivitas olahraga kesehatan seperti senam geriatri, senam asma, hingga senam jantung.
FK Unair Sebagai Fakultas Berdampak
Dalam kesempatan itu, Prof. Eighty juga menegaskan pentingnya menjadikan FK Unair sebagai fakultas yang berdampak, tidak hanya unggul secara akademik.
“Ranking internasional kita menurut QS WUR saat ini ada di posisi 287. Itu tentu sebuah capaian, tapi lebih dari itu yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjadi universitas yang berdampak. Penelitian misalnya, jangan berhenti di publikasi saja, tapi harus bisa diterjemahkan menjadi produk nyata, bahkan sampai tahap paten,” ujarnya.
Ia mencontohkan inovasi yang pernah dilakukan FK Unair, seperti pengembangan produk manekin medis hingga riset stem cell. Ke depan, ia berharap semakin banyak karya yang tidak hanya bermanfaat untuk FK Unair, tetapi juga bagi fakultas kedokteran lain di Indonesia.
Peran Alumni
Prof. Eighty menekankan peran alumni dalam meningkatkan reputasi fakultas. Menurutnya, kiprah alumni sangat berpengaruh terhadap penilaian employer reputation dalam ranking internasional.
“Semakin banyak pimpinan institusi atau perusahaan yang mengenal alumni FK Unair dan menilai positif, maka dampaknya juga baik bagi reputasi universitas. Karena itu kolaborasi dengan alumni akan terus diperkuat,” tutur dekan baru tersebut.
Rasa Syukur di Usia 71 Tahun
Menutup sambutannya, Prof. Eighty menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang FK Unair yang kini menginjak usia 71 tahun, dengan sejarah pendidikan dokter di Surabaya yang sudah 112 tahun.
“Dies Natalis ini adalah momentum rasa syukur kami. Semoga dengan usia yang semakin matang, prestasi dan capaian FK Unair juga semakin meningkat, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas,” tuturnya. (*)