JawaPos.com- Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jatim di Kabupaten Nganjuk berharap pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA/SMK berjalan lancar. Karena itu, setiap peserta melakukan simulasi minimal empat kali.
Cabdisdik sudah menentukan SMA yang harus bergabung dengan SMK. Setelah direvisi, total ada 14 sekolah. Perinciannya, lima SMK dan delapan SMA. Sebelumnya, cabdisdik hanya menyebut sebelas lembaga.
Tiga SMA yang baru ditentukan harus bergabung adalah SMA Katolik Tanjunganom yang meminjam ruangan SMKN 1 Tanjunganom, SMA Al Qodir dengan SMKN 1 Kertosono, dan SMA Muhammadiyah 3 Tanjunganom dengan SMA Pomosda.
Kasi SMA/SMK Cabdisdik Nganjuk Suyitno menyatakan, setelah penentuan lokasi unas online, pihak sekolah harus mulai mempersiapkan diri. Salah satunya adalah simulasi bagi peserta. ’’Kami targetkan minimal empat kali simulasi,” ujarnya.
Dia mengakui, mayoritas peserta baru kali pertama mengikuti unas online. Sebab, tahun lalu,unas onlinehanya digelar SMAN 2 Nganjuk dan 17 lembaga SMK. Sisanya masih melaksanakan unas paper based test (PBT) atau manual. ’’Jadi, perlu adaptasi,” katanya. (baz/ut/c18/diq)