← Beranda
8 Pelajaran Hidup Untuk Anak saat Diajak Orang Tua Belanja Bahan Pokok di Pasar atau Supermarket
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 30 Juni 2026 | 22.58 WIB
Pelajaran hidup untuk anak saat diajak orang tua belanja bahan pokok di pasar atau supermarket. (Magnific/ diana.grytsku)

 

 

JawaPos.com – Mengajak anak berbelanja bahan pokok mungkin terasa merepotkan bagi orang tua, namun aktivitas ini ternyata menyimpan pelajaran hidup yang sangat berharga.

Setiap momen di lorong pasar atau supermarket bisa menjadi kesempatan belajar yang nyata bagi anak tentang kehidupan dan kemandirian sehari-hari.

Parenting yang melibatkan anak dalam aktivitas sederhana seperti belanja terbukti membentuk keterampilan yang akan terus mereka bawa hingga dewasa.

Dilansir dari laman YourTango pada Selasa (30/6), berikut  delapan pelajaran hidup cerdas yang dipelajari anak ketika orang tua mengajak mereka berbelanja bahan pokok secara rutin.

1. Cara membangun pola makan yang seimbang

Ketika lapar, mata kita sering tergoda untuk mengambil makanan manis yang terlihat menarik dibandingkan pilihan yang lebih sehat dan bergizi.

Mengajak anak berbelanja menunjukkan kepada mereka bahwa kulkas seharusnya diisi lebih banyak makanan sehat daripada sekadar camilan dan makanan penutup.

Membiasakan pola makan sehat sejak dini membuat anak tertarik pada sayuran dan lebih jarang menyisihkan brokoli ke tepi piring mereka.

2. Cara mengatur waktu dengan efektif

Saat ingin cepat menyelesaikan belanja, kehadiran anak yang penasaran dengan segala produk warna-warni di sekitarnya membuat proses menjadi lebih menantang.

Menetapkan target waktu untuk berbelanja sebelum berangkat bisa menjadi cara menyenangkan untuk melatih keterampilan manajemen waktu sambil bermain.

Beberapa toko masih memiliki jam analog di dinding, sehingga momen ini bisa menjadi kesempatan belajar membaca jam bagi anak yang penasaran.

3. Cara merencanakan sesuatu sebelum bertindak

Membuat daftar belanja sebelum berangkat ke toko adalah cara efektif untuk mengajarkan anak menyusun dan mengomunikasikan kebutuhan mereka secara jelas.

Berlatih komunikasi yang sehat dalam suasana yang terkendali membantu anak merasa nyaman mengenali apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Mencari barang sesuai daftar di sepanjang toko terasa seperti permainan berburu harta yang sekaligus melatih kemampuan membaca tanda dan mengenali produk.

4. Cara berpegang pada anggaran yang sudah ditetapkan

Belanja bahan pokok bisa terasa mahal, sehingga menetapkan anggaran kasar membantu memilah antara keinginan dan kebutuhan yang sesungguhnya.

Mendiskusikan hal ini bersama anak membantu mereka mengenali kapan sesuatu terlalu mahal dan bagaimana memprioritaskan barang penting daripada camilan.

Jika masih ada sisa anggaran setelah berbelanja, anak bisa memilih sesuatu yang mereka sukai sekaligus melatih kemampuan berhitung dasar mereka.

5. Cara membaca label dan iklan produk

Toko bahan pokok penuh dengan label dan tanda yang bisa terasa membingungkan bagi anak yang belum memahami arti angka dan huruf tersebut.

Mengajarkan anak cara menghitung diskon atau membandingkan harga produk yang serupa adalah kesempatan lain untuk melatih keterampilan matematika mereka.

Mengajarkan tentang tanggal kedaluwarsa, termasuk lokasi stikernya, membantu anak menjadi pembeli yang lebih cermat dan bijak di masa depan.

6. Cara memilih bahan yang berkualitas untuk resep

Selain memahami resep dan bahan yang dibutuhkan, anak juga bisa belajar memilih produk terbaik saat berhadapan langsung dengan bahan-bahan tersebut.

Di bagian sayur dan buah, menunjukkan ciri kematangan yang tepat membantu anak membedakan produk segar dari yang belum siap dikonsumsi.

Pengalaman langsung menyentuh dan mengamati produk adalah momen perkembangan yang penting untuk mengajarkan nilai uang dan pentingnya rasa.

7. Cara berkomunikasi dengan sopan kepada orang lain

Sopan santun masih bisa dilatih dengan baik melalui interaksi di toko, mulai dari antrean kasir hingga bertanya lokasi suatu produk.

Memberikan contoh langsung adalah cara terbaik mengajarkan anak menghormati orang dewasa sekaligus teman sebaya mereka di lingkungan sosial.

Membesarkan anak yang sabar dan komunikatif akan membentuk orang dewasa yang menghormati pekerja layanan dan orang-orang di sekitar mereka.

8. Cara menjadi mandiri sejak dini

Melibatkan anak dalam proses belanja membuat mereka merasa lebih dewasa dan menumbuhkan pola pikir yang lebih bertanggung jawab.

Membimbing mereka melalui instruksi alih-alih sekadar menunjukkan caranya mengajarkan bahwa mereka tidak selalu harus bergantung pada orang tua.

Anak yang dibiasakan mandiri akan menggunakan keterampilan yang sudah dimiliki untuk menilai dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi sendiri.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti